News Update :

Seputar Astronomi

Komputer

Pengikut

Tampilkan postingan dengan label geografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label geografi. Tampilkan semua postingan

Apa sih petir itu?

Sabtu, 24 Desember 2011

Sempat terfikir oleh saya tentang petir. kebeneran kemarin-kemarin nih ngamatin petir disekolah waktu lagi hujan. yaa bagus juga sih. dengan warna warni dari spektrumnya buat saya jadi dapet ide buat posting. Oke, langsung saja, apa sih petir itu? berikut reviewnya











REVIEW:


Petir merupakan usaha alami untuk menetralkan muatan listrik yang dimiliki oleh awan. Sehingga, kita mengenal ada 2 jenis petir berdasarkan sumber muasal muatan listriknya, petir yang terjadi antar awan dan petir yang terjadi antara awan dengan permukaan bumi. Untuk terciptanya loncatan listrik petir dari awan ke permukaan tanah, kedua lokasi harus mempunyai perbedaan tegangan listrik hingga sebesar 10 juta Volt. Udara mempunyai kemampuan mentrasfer listrik bila listrik tersebut mempunyai tegangan sebesar 3 juta Volt setiap meternya. Harga ini akan berkurang bila kelembaban udara meningkat. Dalam kenyataannya, dalam suasana badai sekalipun dan kelembaban udara meningkat, tapi hanya mencapai sekitar 200.000 Volt per meter.

Nilai ini jauh dibawah kemampuan trasfer listrik melalui udara. Penelitian sekarang ini menemukan bahwa walaupun kemampuan trasfer listrk udara hanya 200.000 Volt per meter, sebelumnya udara telah bereaksi melalui proses ionisasi, menjadi lebih bersifat penghantar listrik. Sebelum petir tercipta, telah terbentuk di udara sebuah jalur elektron karena proses ionisasi antara udara dengan elektron. Jalur ionisasi kanal di udara tersebut tercipta menyerupai bentuk anak tangga ( zig zag ), yang menghubungkan antara awan dengan permukaan tanah. Bentuk zig zag terjadi karena ionisasi terjadi bervariasi disetiap lapisan udara, dari meter ke meter berikutnya.

 Setelah terjadi jalur konduktor di udara, petir dapat terjadi cukup dengan perbedaan tegangan sebesar 250.000 Elektronvolt antara awan ke awan atau awan ke permukaan tanah. Sesaat sebelum terjadinya petir, terbentuk di permukaan tanah sebuah ( atau lebih ) jalur penerima tegangan. Jalur penerima tegangan ini biasanya tercipta di pucuk bentuk yang form runcing diatas permukaan tanah (seperti : pucuk pohon, pucuk bangunan tinggi, menara dsb), yang biasanya mempunyai ketinggian yang paling tinggi dengan kondisi sekelilingnya




REVIEW 2:
Petir adalah peristiwa alam yang sering terjadi di bumi, terjadinya seringkali mengikuti peristiwa hujan baik air atau es, peristiwa ini dimulai dengan munculnya lidah api listrik yang bercahaya terang yang terus memanjang kearah bumi dan kemudian diikuti suara yang menggelegar dan efeknya akan fatal bila mengenai mahluk hidup.PROSES TERJADINYA PETIR Terdapat 2 teori yang mendasari proses terjadinya petir :
 1. Proses Ionisasi
2. Proses Gesekan antar awan

a. Proses Ionisasi
 Petir terjadi diakibatkan terkumpulnya ion bebas bermuatan negatif dan positif di awan, ion listrik dihasilkan oleh gesekan antar awan dan juga kejadian Ionisasi ini disebabkan oleh perubahan bentuk air mulai dari cair menjadi gas atau sebaliknya, bahkan padat (es) menjadi cair. Ion bebas menempati permukaan awan dan bergerak mengikuti angin yang berhembus, bila awan-awan terkumpul di suatu tempat maka awan bermuatan akan memiliki beda potensial yang cukup untuk menyambar permukaan bumi maka inilah yang disebut petir.

 b.Gesekan antar awan
 Pada awalnya awan bergerak mengikuti arah angin, selama proses bergeraknya awan ini maka saling bergesekan satu dengan yang lainya , dari proses ini terlahir electron-electron bebas yang memenuhi permukaan awan. proses ini bisa digambarkan secara sederhana pada sebuah penggaris plastic yang digosokkan pada rambut maka penggaris ini akan mampu menarik potongan kertas. Pada suatu saat awan ini akan terkumpul di sebuah kawasan, saat inilah petir dimungkinkan terjadi karena electron-elektron bebas ini saling menguatkan satu dengan lainnya. Sehingga memiliki cukup beda potensial untuk menyambar permukaan bumi. PERLINDUNGAN TERHADAP BAHAYA PETIR Manusia selalu mencoba untuk menjinakkan keganasan alam, salah satunya adalah Sambaran Petir. dan metode yang pernah dikembangkan:
 1. Penangkal Petir Kovensional / Faraday / Frangklin
 Kedua ilmuan diatas Faraday dan Frangklin mengketengahkan system yang hampir sama , yakni system penyalur arus listrik yang menghubungkan antara bagian atas bangunan dan grounding . Sedangkan system perlindunga yang dihasilkan ujung penerima / Splitzer adalah sama pada rentang 30 ~ 45 ‘ . Perbedaannya adalah system yang dikembangkan oleh Faraday bahwa Kabel penghantar terletak pada sisi luar bangunan dengan pertimbangan bahwa kabel penghantar juga berfungsi sebagai penerima sambaran, Berupa sangkar elektris atau biasa disebut sangkar Faraday.

 2. Penangkal Petir RadioAktif
 Penelitian terus berkembang akan sebab terjadinya petir , dan dihasilkan kesimpulan bahwa petir terjadi karena ada muatan listrik di awan yang dihasilkan oleh proses ionisasi , maka penggagalan proses ionisasi di lakukan dengan cara memakai Zat berradiasi misl. Radiun 226 dan Ameresium 241 , karena 2 bahan ini mampu menghamburkan ion radiasinya yang bisa menetralkan muatan listrik awan. Sedang manfaat lain adalah hamburan ion radiasi akan menambah muatan pada Ujung Finial / Splitzer dan bila mana awan yang bermuatan besar yang tidak mampu di netralkan zat radiasi kemuadian menyambar maka akan condong mengenai penangkal petir ini. Keberadaan penangkal petir jenis ini sudah dilarang pemakaiannya , berdasarkan kesepakatan internasional dengan pertimbangan mengurangi pemakaian zat beradiasi dimasyarakat.

3. Penangkal Petir Elektrostatic
 Prinsip kerja penangkal petir Elektrostatik mengadopsi sebagian system penangkal petir Radioaktif , yakni menambah muatan pada ujung finial / splitzer agar petir selalu memilih ujung ini untuk disambar . Perbedaan dari sisten Radioaktif dan Elektrostatik ada pada energi yang dipakai. Untuk Penangkal Petir Radioaktif muatan listrik dihasilkan dari proses hamburan zat berradiasi sedangkan pada penangkal petir elektrostatik energi listrik dihasilkan dari Listrik Awan yang menginduksi permukaan bumi.


gimana? ternyata petir tuh hebat juga yaa? subhanallah. oke sekian saja dulu, semoga berguna

Marble. atlas 3D tanpa koneksi internet

Kamis, 23 Desember 2010

Nah saat itu, saya sedang berbrowsing ria aja di internet. yaa nyari-nyari software yang berguna sekiranya untuk proses pembelajaran. dan tiba-tiba google menampilkan beberapa tools yang memang berguna bagi edutainment. salah satunya atlas 3D ini. sebenarnya tidak jauh beda dengan Google Earth,tapi aplikasi ini bisa digunakan tanpa harus streaming terlebih dahulu. jadi cocok juga buat anda-anda yang ingin mempelajari geografi dengan 3D atlas dan tanpa harus menggunakan koneksi internet...

ini dia review dari marble:

Marble adalah aplikasi geograpical Atlas atau virtual desktop globe dengan tampilan yang sangat mudah digunakan. Gimana asyikan menemani si kecil menjelajah tempat-tempat di Bumi ini




Terdapat 11 konfigurasi pemandangan yang berbeda untuk mengetahuinya coba klik tab Map View disamping. Atlas, OpenStreetMap, Satellite View, Earth at Night, Historical Map 1689, Moon, Plain Map, Precipitation (December), Precipitation (July), Temperature (December) dan Temperature (July).





Jika Komputer Anda terhubung Internet Anda bisa membaca map info melalui wikipedia yang terintegrasi di marble




Berapa Kilometerkah jarak antara Jakarta - Cirebon melalui jalur pantura...? ayo berapa....Gampang cari tahu saja di Marble. Caranya klik kanan pada titik pertama (Jakarta) klik add measure point terus add lagi pada titik kedua dan titik berikutnya sampai pada titik terakhir Cirebon. Seperti contoh gambar dibawah ini...nah ketahuan deh jaraknya





jangan lupa kasih komentarnya yaa...
victoire

DOWNLOAD MARBLE ATLAS

Pengaruh Sikon Tropis Terhadap Indonesia

Rabu, 08 September 2010

Pernahkah anda mendengar lagu Koes Plus yang liriknya kurang lebih seperti ini :
“Bukan Lautan Hanya Kolam Susu, Kail dan Jala cukup menghidupimu, tiada topan tiada badai kau temui, Ikan dan Udang menghampiri dirimu...”
Lagu ini memang ada benarnya, tapi mari kita telaah bersama. Secara geografis negara kita terletak di antara 2 benua besar dan 2 samudra besar. Barang tentu keduanya memberikan manfaat yang cukup melimpah, tapi selain manfaat ituperlu juga diwaspadai adanya bahaya. Khususnya di daerah perairan yang luas. Dalam meteorologi, perairan luas tidak selalu berdampak baik, bahkan hampir pasti berdampak buruk. Karena dari perairan yang luas ini lah muncul Monster-monster perusak seperti Cyclone dll.

Perairan sekitar Indonesia, termasuk samudra hindia(selatan), samudra Indonesia(barat), atau laut pasifik di bagian utara kepulauan Ambon, adalah tempat-tempat yang hampir setiap tahunnya menyumbang terbentuknya cyclone. Karena terbentuknya di sekitar perairan tropis, maka cyclone ini disebut dengan Cyclone Tropis. Cyclone tropis adalah bencana alam dengan efek kehancuran terbesar di dunia, tidak hanya daerah yang dilewati terkena dampaknya, daerah-daerah sekitar yang hanya terkena bagian ekornya saja juga akan kena imbas.
Sebenarnya apa sih Cyclone Tropis(Siklon Tropis)? Siklon tropis muncul di samudra tropis yang disertai dengan angin dan hujan dalam kecepatan dan intensitas yang sangat tinggi(Bayong Tjasyono,Meteorologi Indonesia Volume 1).
Berikut ini adalah syarat atau faktor penunjang terbentuknya Siklon Tropis :


  1. Siklon tropis terbentuk pada lintang >10 derajat (LU & LS). Untuk daerah lintang equator seperti di Indonesia, Siklon Tropis hampir pasti tidak dapat terbentuk. Hal ini diakibatkan oleh efek rotasi bumi atau faktor Coriolli yang kecil di equator. Coriolli kecil berarti vortisitas juga kecil, sehingga Siklon Tropis tidak dapat terbentuk. Gangguan dan depresi tropis dapat saja terjadi di Indonesia, tapi pertumbuhan selanjutnya yaitu menjadi siklon tropis akan terjadi pada lintang tingg yang memiliki vortisitas lebih tinggi.


  2. Suhu muka laut(SST atau Sea Surface Temperatur) di atas ± 26,5o. Untuk suhu muka laut, di Indonesia dapat memenuhi. Akan tetapi faktor Coriolli lebih dominan, sehingga walaupun dengan suhu muka laut sekian, masi belum cukup untuk membentuk siklon tropis di perairan Indonesia.


  3. Adanya daerah perairan yang luas. Sumber energi utama dari suatu siklon tropis adalah uap air. Pelepasan panas kondensasi oleh awan-awan konvektid dalam badai merupakan sumber energi utama siklon tropis.
  4. Adanya gangguan dekat permukaan dengan vortisitas dan konvergensi mencukupi. Siklon tropis tidak terjadi secar tiba-tiba, akan tetapi memerlukan suatu sistem putaran dan aliran yang besar di dekat permukaan.

  5. Shear angin vertikal yang rendah di antara permukaan dan bagian atas troposfer (kurang dari 10 m/detik). Shear angin vertikal adalah besar perubahan angin terhadap ketinggian. Shear angin vertikal yang besar akan mengacaukan atau mengganggu siklon tropis yang baru saja terbentuk atau mencegah terjadinya pembentukan siklon tropis. Jika siklon tropis telah terbentuk, shear angin vertikal akan memperlemah atau menghancurkan siklon tropis tersebut dengan


  6. Adanya lapisan yang relatif basah dekat troposfer bagian tengah (pada ketinggian 5 km).

Menurut penelitian, waktu hidup sebuah siklon tropis adalah dari beberapa jam hingga bertahan dua minggu, dan secara rata-rata waktu hidup siklon tropis adalah 6 hari dari waktu terbentuk hingga melebur. Berikut ini adalah penyebab matinya sebuah siklon tropis :


  1. Siklon tropis meninggalkan perairan. Sehingga penguapan yang memasok uap air untuk energi sebuah siklon akan berkurang.


  2. Siklon menuju daratan dimana daratan lebih cepat dingin dari perairan, sehingga udara naik menjadi lebih dingin


  3. Contour atau topografi daratan yang menghambat sikol tropis.
Siklon tropis dikenal dengan berbagai nama tergantung dari tempat terjadinya. Misalnya di daerah Pasifik timur dikenal dengan hurricane dan di Pasifik bagian Barat disebut dengan Typhoons. Ada fakta unik dalam hal penamaan siklon tropis yaitu penggunaan nama-nama wanita. Menurut desas desus, alasannya adalah karena pelaut yang sedang di laut akan lebih tanggap jika disebutkan nama wanita. Namun ada juga yang menganggap kalau waniti itu adalah pembuat kekacauan(*hehehe). Maka untuk menghilangkan diskriminasi gender tersebut, penamaan siklon dapat menggunakan nama laki-laki.
Kembali ke akibat siklon tropis. Kita bersyukur karena kita hanya terkena imbasnya. Akan tetapi imbasnya pun sudah dapat membuat negara kita kalang kabut. Ketika terjadi siklon tropis di selatan Laut timor, Indonesia mengalami hari hujan yang sangat panjang. Akibatnya banjir dimana-mana, penyakit mulai bermunculan. Itu baru imbas dari siklon tropis, bandingkan dengan negara yang dilalui siklon tropis. Misalnya saja yang baru-baru ini menyerang Burma, tropical cyclone Nargis yang menelan korban ratusan ribu orang. Atau Catrina hurricane yang meninggalkan trauma untuk masyarakat Amerika. Atau Badai yang terjadi pada 13 November 1970 di Bangladesh, dimana badai ini menyebabkan gelombang laut setinggi 9 meter dan menelan korban jiwa hingga 300.000 orang.
Maka dari itu, lagu yang dinyanyikan Koes Plus ada benarnya juga, “Tiada badai...”. Seburuk-buruknya Indonesia, kita seharusnya bersyukur, negara kita ini hampir pasti tidak dilanda tropical cyclone yang notabene nya adalah bencana paling mematikan no.1 di dunia. Sebentar!! hampir pasti?? berarti ada kemungkinan kita dilanda siklon tropis?? jawabannya adalah iya! Okay, hal itu akan saya bahas di tulisan berikutnya. Sekian.

Gambaran terjadinya Bumi

Senin, 06 September 2010

Bumi yang kita pijak ini secara fisik selalu mengalami proses perubahan. Apakah proses perubahan itu terjadi terus-menerus? Kapan bumi mulai mengalami perubahan? Di manakah proses perubahan bumi terjadi? Bencana gempa bumi yang sangat dahsyat di Yogyakarta dan Jawa Tengah 27 Mei 2006 merupakan peristiwa gempa, yang terjadi tidak dapat kita prediksi sebelumnya. Peristiwa ini menimbulkan perubahan-perubahan baik fisik permukaan bumi maupun segala sesuatu yang tinggal di atasnya.

Kondisi tersebut akan jelas terlihat jika kita membuat penampang vertikal dari permukaan tanah sampai kedalaman lapisan kerak bumi. Secara perlahan-lahan permukaan bumi mengalami pergeseran. Pergeseran utama yang dapat dipantau dengan jelas adalah daerah-daerah di sekitar pertemuan lempeng. Ini membuktikan bahwa bumi secara fisik terus mengalami dinamika perubahan, dan terjadi terus-menerus setiap waktu mulai dari bumi ada sampai sekarang ini.

1. Kronologi Perkembangan Permukaan Bumi

Adanya desakan magma cair dari perut bumi menurut para pakar geologi dapat menimbulkan terjadinya pelebaran alur-alur dasar samudra, gerakan-gerakan benua, pola seismik dunia, dan pola kegiatan vulkanik. Ada enam bentang besar lempeng benua di bumi ini, keseluruhannya bersifat keras walaupun relatif tipis jika dibandingkan dengan keseluruhan bola bumi. Ketebalan lempeng-lempeng benua tersebut tidak lebih dari 150 km. Lempeng-lempeng benua itu saling bergeser.

Gerakan-gerakan pergeseran kerak bumi ini juga disebabkan oleh desakan hebat dari energi yang dikeluarkan oleh perut bumi. Di Benua Asia terdapat tiga lempeng benua yang besar, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng India. Dua dari tiga lempeng tersebut relatif aktif bergerak, sedangkan yang satu statis. Lempeng Pasifik dan India terusmenerus bergerak, menggeser ke arah barat laut (Pasifik) dan utara (India), sedangkan Lempeng Eurasia relatif statis dan merupakan lempeng terbesar dari ketiganya. Gerakan bertabrakan antarlempeng memunculkan jajaran kepulauan dan pegunungan seperti pegunungan di Pulau Jawa yang relatif sejajar dalam satu barisan.

Hal-hal yang perlu diketahui tentang teori tektonik lempeng adalah sebagai berikut.

(1) Kulit bumi kita padat, dingin, dan terapung di atas lapisan mantel.

Kerak bumi yang membentuk dasar samudra di sebut lempeng samudra, sedang kerak bumi yang membentuk benua disebut lempeng benua. Di bawah lapisan lempeng terdapat lapisan mantel berupa massa cair pijar yang sangat panas.

(2) Pemanasan yang terus-menerus pada lapisan inti bumi menyebabkan terjadinya arus konveksi pada lapisan mantel dan menumbuk kerak bumi yang terapung di atasnya sehingga lama-kelamaan bengkok, retak, dan menimbulkan patahan. Magma akan menerobos lempeng benua di atasnya melalui celah atau retakan atau patahan, dan terbentuklah gunung api. Gejala semacam ini disebut vulkanisme.

(3) Jika tumpukan energi di daerah penunjaman sangat besar, akan menggetarkan lempeng dan menimbulkan gempa. Terjadinya peristiwa tabrakan antarlempeng di sebut gejala tektoisme. (perhatikan peta lempeng-lempeng di bumi)

(4) Gerakan dasar batuan yang meleleh yang merupakan batuan muda akan mendesak bagian kerak bumi atau batuan kerak bumi yang berumur tua, dan bagian yang tua inilah yang menyangga benuabenua.

Terjadinya gempa disebabkan pertemuan dua ujung dari penyangga benua akibat aktivitas di bawahnya. Benturan dua ujung tersebut menimbulkan gempa bumi. Inilah yang terjadi di dalam laut di lepas pantai Amerika Selatan. Satu bagian bumi didorong masuk ke selubung untuk meleleh kembali, bagian lainnya didorong ke atas sehingga membentuk pematang.

(5) Teori tektonik lempeng berhubungan erat dengan fenomena persebaran gunung api di muka bumi dan lokasi serta persebaran gempa bumi.

Cermatilah teori-teori tentang gerakan benua yang disampaikan oleh beberapa ahli berikut ini!

a. Alfred Lothar Wegener

Teori Apungan dan Pergeseran Benua ditemukan oleh A.L. Wegener (1880–1930). Ia menyampaikan teori ini pada tahun 1912 di hadapan perhimpunan ahli geologi di Frankfurt, Jerman. Kemudian teori ini dibukukan pada tahun 1915 dengan judul Die Enstehung der Kontinente und Ozeane yang berarti Asal Usul Benua dan Lautan. Walaupun pada awalnya buku tersebut menimbulkan kontroversi besar di lingkungan ahli-ahli geologi, pada sekitar tahun 1960 “Teori Apungan Benua” Wegener semakin banyak mendapatkan dukungan dari para ahli di bidangnya.

Beberapa hal yang menjadi dasar teori A.L. Wegener adalah sebagai berikut.

(1) Garis pantai timur Benua Amerika Utara mempunyai persamaan dengan garis pantai barat Eropa.

(2) Benua Afrika mempunyai persamaan yang mencolok dengan Asia barat, yang menimbulkan persepsi bahwa kedua garis yang sama tersebut dahulunya merupakan daratan yang berimpitan. Itu juga dikuatkan dengan persamaan formasi geologi pada bagian pertemuan dari kedua daratan tersebut, terutama pada formasi geologi di sepanjang pantai Afrika Barat sama dengan apa yang terdapat di pantai Timur Amerika. Kondisi tersebut telah dapat dibuktikan kebenarannya saat ini.

(3) Benua-benua yang ada sekarang awalnya merupakan satu benua besar yang disebut Benua Pangea. Pecahnya Benua Pangea disebabkan oleh gerakan benua besar di selatan baik ke arah barat maupun ke utara menuju khatulistiwa. Wilayah Greenland sekarang ini bergerak menjauhi daratan Eropa dengan kecepatan 36 meter/tahun, demikian juga Kepulauan Madagaskar menjauhi Afrika Selatan dengan kecepatan 9 meter/tahun.

Peristiwa-peristiwa di atas akan menimbulkan hal-hal sebagai berikut.

(1) Bentangan-bentangan samudra dan benua-benua mengapung sendirisendiri.

(2) Karena gerakan Benua Amerika yang terus berlangsung ke arah barat, Samudra Atlantik menjadi semakin luas. Terjadinya lipatan-lipatan kulit bumi yang menghasilkan jajaran pegunungan utara-selatan di sepanjang pantai Amerika Utara Selatan.

(3) Besarnya intensitas kegiatan seismik yang terjadi di sepanjang patahan San Andreas, di sekitar pantai barat Amerika Serikat.

(4) Samudra Hindia semakin mendesak ke utara, sedangkan anak Benua India akan semakin menyempit dan mendekati Benua Eurasia, sehingga menimbulkan Pegunungan Himalaya.

Semakin lebar celah yang terdapat di dasar alur-alur samudra merupakan salah satu bukti bahwa benua-benua tersebut selalu mengalami pergerakan dan pergeseran secara terus-menerus.

b. Rene Descartes

Menurut Rene Descartes (1596–1650), bumi ini berangsur-angsur mengalami penyusutan dan pengerutan karena pendinginan sehingga terjadilah gunung-gunung dan lembah-lembah. Teori ini lebih terkenal dengan sebutan teori kontraksi yang kemudian diteruskan oleh Edward Suess. Namun, teori ini tidak mendapat dukungan para ahli geologi.

c. Edward Suess

Edward Suess (1831–1914), yang meneruskan teori Wagener, menyatakan bahwa persamaan geologi yang terdapat di Amerika Selatan, India, Australia, dan Antartika karena pada awalnya daratan-daratan tersebut satu, yang disebut Benua Pangea, kemudian pecah menjadi dua, Benua Laurasia dan Benua Gondwana, dan berevolusi menjadi benua-benua seperti saat ini. Daratan yang berupa benua-benua sekarang ini merupakan sisa-sisa dari bagian daratan lain yang tenggelam ke dasar samudra.

d. Tim Ahli Amerika

Tim peneliti yang berjumlah 17 orang ahli berkebangsaan Amerika Serikat mengadakan penelitian di Kutub Selatan antara tahun 1969–1970. Mereka berhasil membuktikan bahwa daerah itu terletak di daerah dekat khatulistiwa pada 200 juta tahun yang lalu, dan seharusnya pada zaman tersebut di daerah itu terdapat binatang dan tumbuh-tumbuhan. Pada tahun 1969, ditemukan fosil tulang rahang binatang amfibi air tawar purba, yang disebut labyrintodont. Binatang itu seperti Salamander, kepalanya gepeng dan badannya besar dan berat. Fosil seperti itu ditemui pula di Amerika Selatan dan Afrika, yang secara geologi struktur lapisan batuannya juga sama.

2. Gambaran Karakteristik Perlapisan Bumi

Litosfer merupakan bagian paling atas dari kerak bumi dan merupakan bagian lapisan kerak bumi yang relatif tipis. Lapisan ini dapat diperumpamakan lapisan kulit ari pada manusia. Litosfer bumi kita terbagi atas sekitar 12 lempeng. Lempeng-lempeng tersebut masing-masing mempunyai gerakan pergeseran yang mendatar. Karena arah geser yang tidak sama, terdapat tiga macam kecenderungan batas pertemuan antara lempeng-lempeng itu, yaitu dua lempeng saling menjauh, dua lempeng saling bertumbukan, dan dua lempeng saling berpapasan.

a. Dua Lempeng Saling Menjauh

Menurut Teori Lempeng Tektonik, lapisan terluar bumi kita terbuat dari suatu lempeng tipis dan keras yang masing-masing saling bergerak relatif terhadap yang lain. Gerakan ini terjadi terus-menerus sejak bumi ini tercipta hingga sekarang. Teori Lempeng Tektonik muncul sejak tahun 1960-an, dan hingga kini teori ini telah berhasil menjelaskan berbagai peristiwa geologis, seperti gempa bumi, tsunami, dan meletusnya gunung berapi, juga tentang bagaimana terbentuknya gunung, benua, samudra, dan relief muka bumi.

Lempeng tektonik terbentuk oleh kerak benua (continental crust) ataupun kerak samudra (oceanic crust), dan lapisan batuan teratas dari mantel bumi (earth’s mantle). Kerak benua dan kerak samudra beserta lapisan teratas mantel ini dinamakan litosfer. Kepadatan material pada kerak samudra lebih tinggi dibanding kepadatan kerak benua. Demikian pula, elemenelemen zat pada kerak samudra (mafik) lebih berat dibanding elemen-elemen pada kerak benua (felsik).

Di bawah litosfer terdapat lapisan batuan cair yang dinamakan astenosfer. Karena suhu dan tekanan di lapisan astenosfer ini sangat tinggi, batu-batuan di lapisan ini bergerak mengalir seperti cairan (fluid), sehingga kerak bumi terpecah menjadi beberapa lempeng. Pada bagian tertentu lempeng benua menunjam ke bawah lempeng benua lainnya. Karena keduanya adalah lempeng benua, materialnya tidak terlalu padat dan tidak cukup berat untuk tenggelam masuk ke astenosfer dan meleleh. Wilayah di bagian yang bertubrukan mengeras dan menebal, dan membentuk deretan pegunungan nonvulkanik (mountain range).

Fenomena yang terjadi jika dua lempeng saling menjauh adalah sebagai berikut:

(1) pembentukan tanggul dasar samudra di sepanjang tempat perenggangan antarlempeng;

(2) perenggangan lempeng akan disertai pertumbukan kedua tepi lempeng tersebut dengan lempeng di sisi luarnya;

(3) terjadinya aktivitas vulkanisme laut dalam yang menghasilkan lava basa berstruktur bantal dan hamparan lelehan lava yang encer;

(4) munculnya aktivitas gempa di dasar laut dan sekitarnya.

Tanggul dasar laut terjadi akibat proses vulkanisme yang bertumpuk sepanjang celah. Sebagai contoh yang terdapat di Lautan Atlantik, memanjang dari kutub utara sampai mendekati kutub selatan. Celah ini menjadikan Benua Amerika bergerak saling menjauh dengan Benua Afrika dan Benua Eropa.

b. Dua Lempeng Saling Bertemu

Fenomena yang terjadi jika dua lempeng saling bertemu adalah sebagai berikut:

(1) lempeng dasar samudra menunjam ke bawah lempeng benua;

(2) merupakan daerah hiposentra gempa dangkal dan gempa dalam;

(3) terjadinya aktivitas vulkanisme, intrusi, dan ekstrusi;

(4) terbentuk palung laut di tempat tumbukan itu terjadi;

(5) pembengkakan tepi lempeng benua yang merupakan tempat munculnya deretan pegunungan;

(6) timbunan sedimen campuran yang dalam istilah geologi disebut batuan bancuh atau melange;

(7) penghancuran lempeng akibat pergesekan lempeng.

Menunjamnya lempeng dasar samudra disebabkan oleh desakan lempeng benua yang lebih tebal dan keras, dan di tempat inilah terbentuk palung laut, yaitu dasar laut yang dalam dan memanjang. Dampak dari pergerakan lempeng terhadap wilayah Indonesia, membuat wilayah Indonesia rawan akan gempa bumi.

Indonesia terdapat pertemuan tiga lempeng, yaitu lempeng Pasifik, lempeng Eurasia, dan lempeng Indo-Australia. Jenis batas antara kedua lempeng ini adalah konvergen. Lempeng Indo-Australia adalah lempeng yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia. Selain itu, di bagian timur, bertemu tiga lempeng tektonik sekaligus, yaitu lempeng Filipina, Pasifik, dan Indo-Australia.

Adanya pergerakan subduksi antara dua lempeng menyebabkan terbentuknya deretan gunung berapi dan parit samudra. Demikian pula subduksi antara lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia menyebabkan terbentuknya deretan gunung berapi yang tak lain adalah Bukit Barisan di Pulau Sumatra dan deretan gunung berapi di sepanjang pulau Jawa, Bali, dan Lombok, serta parit samudra yang tak lain adalah Parit Jawa (Sunda). Lempeng tektonik terus bergerak. Suatu saat gerakannya mengalami gesekan atau benturan yang cukup keras. Jika ini terjadi, timbullah gempa dan tsunami, dan meningkatnya kenaikan magma ke permukaan.

Jadi, tidak heran jika terjadi gempa yang bersumber dari dasar Samudra Hindia, yang sering kali diikuti dengan tsunami, aktivitas gunung berapi di sepanjang Pulau Sumatra dan Jawa juga turut meningkat. Sebagai contoh adalah Palung Jawa yang merupakan tempat pertemuan antara lempeng Benua Asia dan lempeng dasar Samudra Hindia. Begitu juga dengan palung Laut Jepang, Palung Guam, dan Palung Mindanau (Palung Mariana) Samudra Pasifik di Filipina, semuanya merupakan tempat lempeng dasar Samudra Pasifik menunjam ke bawah lempeng Benua Asia. Munculnya deretan Pulau Sumatra, Pulau Jawa, Kepulauan Nusa Tenggara, dan Pulau Timor adalah akibat dari pembentukan lempeng benua. Di sepanjang pegunungan dan pulau-pulau itu bermunculan puncak gunung api, lipatan, dan retakan.

c. Dua Lempeng Saling Berpapasan

Fenomena yang terjadi jika dua lempeng saling berpapasan dan terjadi pergeseran mendatar adalah sebagai berikut:

(1) terdapat aktivitas vulkanisme yang lemah disertai gempa yang tidak kuat;

(2) gejala pergeseran tampak pada tanggul dasar samudra yang tidak berkesinambungan dan terputus-putus. Tanggul dasar samudra di bagian tengah Samudra Atlantik ternyata terputus-putus sebagai akibat dari pergeseran mendatar itu.

Lipatan bagian lembah yang turun dinamakan sinklin dan yang puncak terangkat dinamakan antiklin. Sebuah antiklin dapat menjadi puncak pegunungan yang berderet memanjang setelah mengalami pengikisan, sedangkan sebuah antiklin dapat pula menjadi lembah dan sinklin berubah menjadi puncak pegunungan.

Bentukan patahan pada lapisan kulit bumi disebabkan oleh rapuhnya lapisan kulit bumi akibat gerakan tenaga endogen. Tenaga endogen menyebabkan terjadinya pergeseran pada bidang patahan. Patahan ada yang berbentuk vertikal, horizontal miring, dan block mountain. Bentuk-bentuk patahan sangat tergantung pada arah tenaga penyebabnya. Penyebab patahan dapat berupa tarikan, artinya dua tenaga yang saling menjauh, atau mungkin juga berupa tekanan, artinya dua tenaga yang saling menekan (mendekat) untuk diretakkan.

Di Indonesia patahan yang terkenal terdapat di Pulau Sumatra, yaitu patahan Semangko dan Ngarai Sianok di sepanjang Bukit Barisan. Di dunia patahan paling besar terdapat di Afrika, yaitu di Sungai Zambesi yang mengalir ke Danau Nyasa dan Danau Rudolf.

3. Persebaran Gunung Berapi dan Gempa Bumi dalam Hubungannya dengan Teori Lempeng Tektonik

Kerak bumi terbagi menjadi lempengan-lempengan, yang terdiri atas lempengan benua yang besar dan yang kecil. Lempengan-lempengan tersebut bergerak perlahan-lahan ke arah permukaan bumi, dan di antara lempengan-lempengan tersebut terdapat retakan-retakan besar di kerak bumi. Lempengan-lempengan tersebut ada yang bergerak saling menjauh dan ada pula yang bergerak saling mendekat dan saling bertabrakan.

Pada wilayah dengan kondisi lempengan yang saling menjauh, timbul bahan lelehan dari dalam bumi melalui retakan-retakan, kemudian menjadi dingin dan membentuk batuan yang disebut basal yang terjadi jauh di bawah lautan. Timbulnya basal akan membentuk deretan pematang bawah samudra yang biasa disebut pematang tengah samudra.

Pegunungan Himalaya terbentuk oleh penunjaman akibat tabrakan antara Lempengan India-Australia yang didorong ke bawah oleh Lempengan Eurasia, yang menimbulkan busur gunung api di Indonesia, parit Sunda dan Jawa serta tanah tinggi Nugini, demikian juga Australia bagian utara yang telah didorong ke arah bawah yang kemudian membentuk Teluk Carpentaria dan Laut Timor serta Laut Arafuru.

Busur gunung-gunung api Indonesia terbentuk karena ketika pinggiran lempengan India-Australia bertabrakan dengan lempengan Eurasia, lempengan tersebut longsor jauh ke dalam bumi, dan temperatur yang sangat tinggi telah melelehkan pinggiran lempengan sehingga menghasilkan magma. Magma ini kemudian muncul melalui retakan-retakan di banyak tempat pada permukaan bumi yang membentuk jajaran gunung api.

Gunung-gunung api yang terbentuk dengan cara ini disebut gunung api andesit. Gunung api andesit bersifat mudah meledak dan tak terduga, dan lava yang dikeluarkan membentuk batuan andesit. Terdapat 80 buah gunung berapi yang masih aktif dari 400 gunung berapi yang ada di Indonesia. Gunung berapi tersebut terbagi menjadi tiga barisan, yaitu:

(1) Sumatra – Jawa – Nusa Tenggara – Laut Banda;

(2) Halmahera dan pulau-pulau di sebelah baratnya;

(3) Sulawesi Utara – Sangihe – Mindanao.

Berikut uraian tentang tiga sistem pokok penyebaran pegunungan yang bertemu di Indonesia.

1. Sistem Sunda

Sistem Sunda dimulai dari Arakan Yoma di Myanmar, sampai ke Kepulauan Banda di Maluku. Panjangnya ± 7.000 km. Sistem Sunda terdiri atas dua busur, yaitu: busur dalam yang vulkanis dan busur luar yang tidak vulkanis, yang terletak di bawah permukaan laut.

2. Sistem Busur Tepi Asia

Sistem Busur Tepi Asia dimulai dari Kamsyatku melalui Jepang, Filipina, Kalimantan, dan Sulawesi. Setelah sampai Filipina, Busur Tepi Asia terbagi menjadi tiga cabang, yaitu:

a. Cabang pertama dimulai dari Pulau Luzon melewati Pulau Palawan dan Kalimantan Utara.

b. Cabang kedua dimulai dari Pulau Luzon melewati Pulau Samar, Mindanau, dan Kalimantan Utara.

c. Cabang ketiga dimulai dari Pulau Samar, Mindanau, Sangihe, dan Sulawesi.

3. Sistem Sirkum Australia

Ketiga sistem pegunungan tersebut bertemu di sekitar Kepulauan Sulu dan Banggai. Indonesia juga merupakan daerah pertemuan rangkaian Sirkum Mediterania dan rangkaian Sirkum Pasifik, dengan proses pembentukan pegunungan yang masih berlangsung sampai saat ini. Hal inilah yang menyebabkan di Indonesia banyak terjadi gempa bumi.

Pusat gempa di dalam bumi disebut hiposentrum, sedangkan gempa di permukaan bumi di atas hiposentrum disebut episentrum. Daerah di sekitar episentrum merupakan daerah paling besar kerusakannya. Episentrum di Indonesia kebanyakan terdapat di bawah permukaan laut sehingga kerusakan yang terjadi di daratan tidak begitu besar, tetapi bahaya yang lebih besar disebabkan oleh terjadinya tsunami akibat episentrum di tengah laut. Gempa bumi dapat dipetakan berdasarkan pusat gempa dan skala gempanya, tetapi tidak dapat diperkirakan kapan gempa bumi akan terjadi.

Berikut beberapa macam garis pada peta gempa.

a. Homoseista, adalah garis yang menghubungkan tempat-tempat yang dilalui gempa pada waktu yang sama.

b. Isoseista, adalah garis yang menghubungkan tempat-tempat yang dilalui oleh gempa dengan intensitas yang sama.

c. Pleistoseista, adalah garis yang mengelilingi daerah yang mengalami kerusakan terhebat akibat gempa bumi. Pleistoseista ini mengelilingi episentrum karena kerusakan yang terhebat di sekitar episentrum. Isoseista yang pertama juga merupakan pleistoseista.

Gempa bumi itu merambat melalui tiga macam getaran, sebagai berikut.

a. Getaran longitudinal (merapat-merenggang)

Getaran berasal dari hiposentrum dan bergerak melalui dalam bumi dengan kecepatan tinggi, yaitu 7–14 km per jam. Getaran ini terjadi paling awal dan merupakan getaran pendahuluan yang pertama sehingga disebut getaran primer (P). Getaran ini belum menimbulkan kerusakan.

b. Getaran transversal (naik turun)

Getaran transversal atau naik turun berasal dari hiposentrum dan juga bergerak melalui dalam bumi dengan kecepatan antara 4–7 km per jam. Getaran ini datang setelah getaran longitudinal dan merupakan getaran pendahuluan kedua sehingga disebut getaran sekunder (S). Getaran ini juga belum menimbulkan kerusakan.

c. Getaran gelombang panjang

Getaran ini berasal dari episentrum dan bergerak melalui permukaan bumi dengan kecepatan antara 3,8–3,9 km per jam. Getaran ini datangnya paling akhir, tetapi merupakan getaran pokok yang sering menimbulkan kerusakan.

Ada dua macam gempa dilihat dari intensitasnya, yaitu:

a. makroseisme, yaitu gempa yang dapat diketahui tanpa alat karena intensitasnya yang besar;

b. mikroseisme, yaitu gempa yang hanya dapat diketahui dengan menggunakan alat karena intensitasnya yang kecil sekali.

Ada tiga macam gempa berdasarkan sebab terjadinya, yaitu sebagai berikut.

a. Gempa runtuhan (terban)

Gempa runtuhan terjadi karena turunnya atau runtuhnya tanah, dan biasa terjadi pada daerah tambang yang berbentuk terowongan, pegunungan kapur, atau lubang. Di dalam pegunungan kapur terdapat gua-gua dan ponor-ponor (luweng) yang terjadi proses karena pelarutan (solusional). Jika atap gua atau lubang itu gugur, timbullah gempa runtuhan meskipun bahaya yang ditimbulkan relatif kecil dan getaran hanya terjadi di sekitar lokasi runtuhan.

b. Gempa vulkanis

Gempa vulkanis terjadi karena pengaruh yang ditimbulkan oleh meletusnya gunung api. Jika gunung api akan meletus, timbullah tekanan gas dari dalam sumbat kawahnya yang menyebabkan terjadinya getaran yang disebut gempa vulkanis. Gempa tersebut hanya terasa di sekitar daerah gunung api yang meletus sehingga bahaya gempa ini juga relatif kecil.

Contoh gempa vulkanis adalah gempa yang disebabkan oleh letusan Gunung Tambora. Gunung Tambora pada tahun 1815 meletus dengan dahsyat hingga menewaskan 92.000 orang. Karena kedahsyatannya tercatat dalam sejarah dunia. Kehebatan letusannya tercatat sekitar 6 juta kali kekuatan bom atom. Gunung ini memiliki garis tengah 60 km pada ketinggian permukaan air laut. Letusan yang mahadahsyat tersebut telah membentuk kawah dengan lebar sekitar 6 km, dan kedalaman 1.110 meter, menyebarkan sekitar 150 km3 debu hingga mencapai jarak sejauh 1.300 km. Jawa Tengah dan Kalimantan dalam jarak sekitar 900 km dari tempat letusan, kejatuhan debu setebal 1 cm. Bongkahan letusan melayang hingga mencapai 44 km. Letusan

Gunung Tambora mengakibatkan gempa vulkanik yang besar.

c. Gempa tektonik

Gempa tektonik terjadi karena gerak ortogenetik. Daerah yang sering kali mengalami gempa ini adalah daerah pegunungan lipatan muda, yaitu daerah Sirkum Mediterania dan rangkaian Sirkum Pasifik. Gempa ini sering mengakibatkan perpindahan tanah, sehingga gempa ini disebut gempa dislokasi. Bahaya gempa ini relatif besar karena tanah dapat terjadi pelipatan atau bergeser.

Daerah-daerah yang rawan gempa bumi disebabkan oleh kondisi labil dari suatu daerah karena daerah tersebut dilalui oleh jalur pertemuan lempeng. Daerah itu, antara lain:

(1) Balkan, Iran, India, dan Indonesia yang merupakan Rangkaian Sirkum Mediterania;

(2) Jepang, Filipina, Cile, dan Amerika Tengah yang merupakan Rangkaian Sirkum Pasifik.

Fenomena hujan darah

Jumat, 03 September 2010



Baru saja lagi asik-asiknya ngenet mendengar berita tentang fenomena hujan darah di india yang sedang di tayangkan oleh infotainment kabar-kabari. sontak saya kaget,karena baru mendengar ada hujan darah. gak pake lama,langsung saja searching di Youtube dan akhirnya menemukan Video Hujan darah yang sedang di bahas di televisi.
penasaran ingin melihatnya?





jangan lupa kasih komentarnya yaa

Fenomena hujan darah

Baru saja lagi asik-asiknya ngenet mendengar berita tentang fenomena hujan darah di india yang sedang di tayangkan oleh infotainment kabar-kabari. sontak saya kaget,karena baru mendengar ada hujan darah. gak pake lama,langsung saja searching di Youtube dan akhirnya menemukan Video Hujan darah yang sedang di bahas di televisi.
penasaran ingin melihatnya?





jangan lupa kasih komentarnya yaa

Pelangi api

Sabtu, 24 Juli 2010

Femonena atmosfer yang dikenal dengan circumhorizon arc atau Fire Rainbow (pelangi api), akan muncul ketika matahari berada tinggi (lebih dari 58 derajat diatas horizon). Cahaya matahari menembus lurus dan menyinari awan cirrus, sehingga menghasilkan semacam lempengan kristal segi enam dan membentuk efek prisma. Sehingga terlihat pelangi yang berbentuk seperti api.




Apa itu Pelangi Api ?

Mari kita mencoba untuk memahami apa sebenarnya pelangi api dan bagaimana alam dapat menciptakan pemandangan yang menakjubkan tersebut. Dalam bahasa ahli meteorologi dan fisikawan, Fire Rainbow (pelangi api) diketahui sebagai circumhorizontal busur simetris yang lebih rendah 46 derajat busur piring atau hanya CHM pendek. Dalam bahasa ilmiah, itu diklasifikasikan sebagai 'Es Halo'. Nama lain untuk fenomena circumhorizon busur dan simetris lebih rendah 46 ° piring busur. Istilah “api pelangi” juga telah digunakan untuk menggambarkan fenomena ini, walaupun benar berbicara busur bukan merupakan pelangi. Hal ini dihasilkan oleh pembiasan (memperlambat cahaya) dalam kristal es ditempatkan dalam awan tipe khas disebut 'Cirrus Clouds'.Lingkaran penuh pada pelangi api adalah kumpulan dari berbagai warna, terlihat sejajar dengan cakrawala di hadapan awan cirrus. Pusat lingkaran ini selalu berada di bawah matahari.



Bagaimana Pelangi Api Terbentuk? Melalui pengamatan dan studi, ahli meteorologi telah menemukan kondisi yang tepat yang dapat menimbulkan kebakaran pelangi atau CHM. Sebab jika pelangi api terbentuk, Matahari selalu berada tinggi di langit; sering diamati berada pada sudut elevasi dari 58 derajat atau lebih. Juga diperlukan adalah awan cirrus yang memiliki sejumlah besar berbentuk lempengan kristal es. Penting juga posisi Anda untuk berada di lokasi yang tepat untuk bisa melihat pelangi api. Ini adalah fakta diketahui, bahwa pelangi api tidak terlihat pada posisi utara 55 derajat Lintang Utara atau Selatan dari 55 derajat Lintang Selatan.Ada sebuah mitos bahwa halo jarang. Seberapa sering itu dilihat tergantung pada lokasi dan, khususnya, lintang. Di Amerika Serikat ini adalah relatif halo Common melihat beberapa kali setiap musim panas di satu tempat. Sebaliknya, sangat jarang di pertengahan garis lintang dan Eropa Utara.
Jika Anda bertanya pada ahli fisika tentang bagaimana optik halo terjadi, maka Anda harus memahami tentang pengertian pembiasan cahaya melalui kristal es jenis tertentu. Sebuah halo optik terjadi ketika sinar matahari memasuki dan berorientasi secara horizontal pada kristal es yang datar sdengan bentuk segi enam dari sisi wajah vertikal di samping dan keluar di dekat wajah di bagian bawah. Pada prinsipnya, Parry berorientasi kolom kristal juga dapat menghasilkan busur – meskipun hal ini jarang terjadi.

90 ° kecenderungan antara pintu masuk dan keluar sinar wajah yang baik menghasilkan spektrum warna yang dipisahkan dan, jika keterpaduan kristal tepat, membuat seluruh awan cirrus muncul untuk bersinar.

Sebuah busur circumhorizontal dapat sulit dibedakan dari busur infralateral ketika matahari tinggi di langit. Yang terdahulu selalu sejajar dengan cakrawala sedangkan yang kedua kurva ke atas pada ujung-ujungnya.

Peristiwa pembiasan ini menciptakan sudut 90 derajat antara masuk dan keluar sinar sinar yang menghasilkan sekelompok warna yang tersebar baik dipisahkan dan terlihat dengan jelas. Seperti berbentuk kristal, jika berorientasi pada sudut tertentu terhadap Matahari dan pada ketinggian yang tepat membentuk pelangi api !

mistik, teologis, idealis dan sains

Sabtu, 03 Juli 2010


Banyak yang percaya bahwa para pendahulu kita memiliki kanuragan atau kesaktian dalam mengatasi dan meramalkan bencana. Dahulu di Jawa dan mungkin juga daerah lain ada kegiatan malam hari dibulan purnama. Para tetua sudahniteni, bahwa ketika bulan purnama sering bersamaan dengan terjadinya bencana. Secara arif mereka mengatakan bulan dimakan Buto (raksasa) perlambang bencana.

Kenapa “rasa” kepada alam itu itu hilang ?

Sekedar perkembangan jaman.

Budaya manusia serta pemikiran dan langkah serta cara pengambilan keputusan para pemikir serta pemimpin dan kita sebagai manusia (rakyat) ini juga berkembang dan berubah-ubah. Sejarahnya memang begitu, selalu ada perubahan dan perkembangan.

Kalau di jaman Babylonia dan Mesir melangkah maju dengan “misticsm” dan“sensuality”, kemudian Yunani berkembang dengan “ideas” dan “ideals”, Romawi telah berkembang menjadi kerajaan kuat didunia dengan “politics”, “military power” dan penjajahan (“conquest”). Eropa timur dan asia barat sejak 600-1100 berkembang karena theology (tetapi bukan agama ansich), sedangkan pada tahun 1200 hingga 1800 dunia mulai berkembang karena ilmu alam dan science.

Nah millenia terakhir ini, keputusan para pemimpin dunia di jalankan dan didasari dengan sains serta komunikasi mulai abad ini hingga globalisasi. Misalnya yang disebut batas negara utk Zona Ekonomi Eksklusif dibatasi oleh penelitian sains ilmiah tentang sedimentasi yang terjadi pada pinggiran paparan benua (edge of continental shelf). Tanpa adanya penelitian saintifik ini negara tidak bisa melakukan klaim perbatasannya.

Jadi ada masa-masa perkembangan dunia sejalan dengan jalannya budaya dan peradaban manusia. Peradaban dengan “rasa” itu merupakan budaya lama yang sudah tidak mudah dimengerti dengan “bahasa sains” saat ini.
Apakah itu berarti bahasa rasa adalah salah ? … bukan … bukan itu sama sekali … tetapi yang harus kita ketahui adalah bahwa kalau anda menjadi pemimpin saat ini harus mengikuti juga cara pemikiran masa kini. Tentunya dengan kearifan anda sendiri saja, maka anda akan memberikan perhatian tersendiri secara proporsional bagi mereka yang masih menggunakan cara lama.

http://rovicky.files.wordpress.com/2010/01/netwrok1.gif?w=193&h=144

Contoh yang terjadi dua tahun lalu diantaranya kaetika Gunung Kelud menunjukkan aktifitasnya. Walaupun mBah Ronggo penunggu Gunung ini bilang “Gunung tidak akan meletus !”, tetap saja Dr. Surono (kepala PVMBG) wektu itu dengan seksama membaca alat-alat ukurnya. Dan letusannya memang nggembos di jalan. Apakah Pak Surono salah ? Ya ngga juga, beliau tetep harus melakukan pengukuran saintifiknya. KArena beliau sebagai penasehat negara harus tetap berpikir berdasarkan kajian saintifiknya.

Kita juga ingat, Mbah Marijan ketika awan panas Gunung Merapi melanda Kaliadem ya ndak mampu mencegahnya. Dan beliau juga lari mengungsi juga, lah. Bahkan konon larinya berbarengan dengan rekan-rekan volkanologi yang ada disana.

Contoh lain adalah dalam menjalankan bisnis saat ini hampir semua perusahaan menggunakan science dan teknologi. Kalau ada yang menggunakan dukun dalam mencari minyak ya silahkan saja. Hanya terkesan lucu. Kalau satu kantor sepakat menggunakan dukun ya ngga apa-apa juga sih :)

Mau ikutan mana, mistik, teologis atau sains ?

Saat ini yang diakui tempat belajar formal adalah “sekolah”, bukan padepokan mirip padepokan silat …”ciaaaat !!!!“. Kalau bersekolah lulus ujian dapet ijasah. Ijazah ini sebagai buktikepandaiannya. Kalau padepokan silat jaman dahulu ilmunya “diberi” oleh gurunya, kalausi murid sudah dipercaya akan disuwuk dianggap mampu membawa “kesaktian”-nya.

Kata Paklik mBin. Ngelmu (angel le nemu, susah didapatkan) itu perlahan-lahan punah, karena manusia menumpulkan indranya terhadap alam. Para guru tidak bisa menularkan ilmunya karena tidak banyak kandidat murid yang bisa dia pilih. dari kandidat yang dipilih juga semakin sedikit murid yang bisa menerima ngelmu sang guru.. dengan probabilitas yg semagkin kecil, ngelmu itupun menjadi langka, dan tak bisa dimengerti oleh awam.

Nah kalau pingin berkiprah dalam dunia saat ini ya mau ngga mau harus mampu berbicara dengan bahasa sains.

misteri sungai di dalam laut

Jumat, 28 Mei 2010

Perlu di ingat bahwa daerah yang mirip “Sungai” di Goa Angelita Meksiko, bukanlah sungai dibawah laut, namun “sungai” di bawah goa atau lobang besar dalam tanah yangdi sebut Cenote Angelita (Goa Angelita)

Jika kita berfikir alam mempunyai keajaiban yang terbatas, maka itu adalah pemikiranyang salah, menurut saya loh! Bagi saya masih banyak pemandangan dan keajaiban,yang menunggu untuk di temukan oleh manusia

Kecantikan alam terbaring di luar sana, dan mungkin belum terjamah oleh tangan manusia. Ada banyak tempat-tempat indah dan luar biasa di planet bumi ini yang perlu di jelajahi, pantai-pantai, pulau, bukit-bukit dan lautan masih menyimpan rahasia yang belum sepenuhnya terkuak

Bagi anda yang suka menyelam ke dalam air, mungkin belum pernah menemukan tempatyang menyimpan keganjilan ini, jika kamu seorang penyelam profesional mungkin CenoteAngelita di Meksiko harus kamu kunjungi dan jangan lupa bawa tustel untuk di sharing di internet nantinya yah!:)

Cenote Angelita atau Goa Bidadari Kecil, tempat di mana terdapat 3 keganjilan sekaligus. Jika kamu menyelam sedalam lebih dari 30 meter maka kamu akan menemui bahwa air di sekitarnya segar layaknya air tawar, namun setelah kedalaman melebihi 60 meter maka air akan berubah menjadi asin, lalu kamu akan melihat pemandangan sebuah “sungai” dengan pepohonan dan daun-daun yang berguguran lalu mengambang

Sungai Dalam Goa

1. Lalu bagaimana ke dua jenis air itu tidak tercampur, air tawar tidak mempengaruhi airasin, juga sebaliknya?
2. Lalu bagaimana pepohonan disana bisa hidup dan tumbuh di dalam air tanpa oksigen dan cahaya matahari?

Untuk menjawab pertanyaan nomor 1, sebuah situs yang saya temukan mungkin menjawabnya secara ilmiah, walaupun tetap tidak memberikan jawaban mengenai “terpisahnya” ke dua jenis air ini, namun memberi jawaban kenapa bisa ada air segar di atas air asin ini:

The caverns are generally filled with fresh water to about 35 feet or so. Below that, divers experience the oddity of a halocline a distinctive demarcation where the fresh water
sits on top of the salt water below it.

Lubang besar bawah tanah umumnya di isi dengan air segar dengan kedalaman 35 kaki atau lebih. Lebih dari itu, penyelam akan mengalami keganjilan kadar garam, yakni batasan yang membedakan di mana air segarberada di atas dari air asin (atau “duduk” diatas air asin).

Jika anda ingin baca lebih lanjut

Namun sama sekali tidak ada penjelasan kenapa air tersebut tidak bercampur, atau ada teman yang mempunyai refrensi lain, silahkan tulis di kolom komentar

Begitupun pertanyaan nomor 2, mengenai kenapa pohon-pohon di dalamnya dapat hidup, sejauh ini saya belum menemukan penjelasan ilmiah dan jika rekan punya refrensi silahkan di share di komentar

Foto Sungai Dalam Laut 1

Foto Sungai Dalam Laut 2

Foto Sungai Dalam Laut 3

Foto Sungai Dalam Laut 4

Foto Sungai Dalam Laut 5

Foto Sungai Dalam Laut 6

Foto Sungai Dalam Laut 7

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Al-Quran hari ini

Label

CS4 (1) Fenomena (24) Sains (21) android (1) astronomi (6) biologi (23) blog (8) browser (5) curhat (1) database (1) download (2) email (1) fisika (54) fitur (256) gadget (15) geografi (15) grafik (2) hacking (6) internet (50) iseng (1) islam (12) kimia (7) komputer (63) linux (1) matematika (16) praktikum (2) programming (16) s (1) sejarah (8) software (3) teknologi (57) tools (34) tugas (111) tutorial (6) windows (5)
 

© Copyright Dimas Zone 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.