News Update :

Seputar Astronomi

Komputer

Pengikut

Tampilkan postingan dengan label fisika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fisika. Tampilkan semua postingan

Apa sih petir itu?

Sabtu, 24 Desember 2011

Sempat terfikir oleh saya tentang petir. kebeneran kemarin-kemarin nih ngamatin petir disekolah waktu lagi hujan. yaa bagus juga sih. dengan warna warni dari spektrumnya buat saya jadi dapet ide buat posting. Oke, langsung saja, apa sih petir itu? berikut reviewnya











REVIEW:


Petir merupakan usaha alami untuk menetralkan muatan listrik yang dimiliki oleh awan. Sehingga, kita mengenal ada 2 jenis petir berdasarkan sumber muasal muatan listriknya, petir yang terjadi antar awan dan petir yang terjadi antara awan dengan permukaan bumi. Untuk terciptanya loncatan listrik petir dari awan ke permukaan tanah, kedua lokasi harus mempunyai perbedaan tegangan listrik hingga sebesar 10 juta Volt. Udara mempunyai kemampuan mentrasfer listrik bila listrik tersebut mempunyai tegangan sebesar 3 juta Volt setiap meternya. Harga ini akan berkurang bila kelembaban udara meningkat. Dalam kenyataannya, dalam suasana badai sekalipun dan kelembaban udara meningkat, tapi hanya mencapai sekitar 200.000 Volt per meter.

Nilai ini jauh dibawah kemampuan trasfer listrik melalui udara. Penelitian sekarang ini menemukan bahwa walaupun kemampuan trasfer listrk udara hanya 200.000 Volt per meter, sebelumnya udara telah bereaksi melalui proses ionisasi, menjadi lebih bersifat penghantar listrik. Sebelum petir tercipta, telah terbentuk di udara sebuah jalur elektron karena proses ionisasi antara udara dengan elektron. Jalur ionisasi kanal di udara tersebut tercipta menyerupai bentuk anak tangga ( zig zag ), yang menghubungkan antara awan dengan permukaan tanah. Bentuk zig zag terjadi karena ionisasi terjadi bervariasi disetiap lapisan udara, dari meter ke meter berikutnya.

 Setelah terjadi jalur konduktor di udara, petir dapat terjadi cukup dengan perbedaan tegangan sebesar 250.000 Elektronvolt antara awan ke awan atau awan ke permukaan tanah. Sesaat sebelum terjadinya petir, terbentuk di permukaan tanah sebuah ( atau lebih ) jalur penerima tegangan. Jalur penerima tegangan ini biasanya tercipta di pucuk bentuk yang form runcing diatas permukaan tanah (seperti : pucuk pohon, pucuk bangunan tinggi, menara dsb), yang biasanya mempunyai ketinggian yang paling tinggi dengan kondisi sekelilingnya




REVIEW 2:
Petir adalah peristiwa alam yang sering terjadi di bumi, terjadinya seringkali mengikuti peristiwa hujan baik air atau es, peristiwa ini dimulai dengan munculnya lidah api listrik yang bercahaya terang yang terus memanjang kearah bumi dan kemudian diikuti suara yang menggelegar dan efeknya akan fatal bila mengenai mahluk hidup.PROSES TERJADINYA PETIR Terdapat 2 teori yang mendasari proses terjadinya petir :
 1. Proses Ionisasi
2. Proses Gesekan antar awan

a. Proses Ionisasi
 Petir terjadi diakibatkan terkumpulnya ion bebas bermuatan negatif dan positif di awan, ion listrik dihasilkan oleh gesekan antar awan dan juga kejadian Ionisasi ini disebabkan oleh perubahan bentuk air mulai dari cair menjadi gas atau sebaliknya, bahkan padat (es) menjadi cair. Ion bebas menempati permukaan awan dan bergerak mengikuti angin yang berhembus, bila awan-awan terkumpul di suatu tempat maka awan bermuatan akan memiliki beda potensial yang cukup untuk menyambar permukaan bumi maka inilah yang disebut petir.

 b.Gesekan antar awan
 Pada awalnya awan bergerak mengikuti arah angin, selama proses bergeraknya awan ini maka saling bergesekan satu dengan yang lainya , dari proses ini terlahir electron-electron bebas yang memenuhi permukaan awan. proses ini bisa digambarkan secara sederhana pada sebuah penggaris plastic yang digosokkan pada rambut maka penggaris ini akan mampu menarik potongan kertas. Pada suatu saat awan ini akan terkumpul di sebuah kawasan, saat inilah petir dimungkinkan terjadi karena electron-elektron bebas ini saling menguatkan satu dengan lainnya. Sehingga memiliki cukup beda potensial untuk menyambar permukaan bumi. PERLINDUNGAN TERHADAP BAHAYA PETIR Manusia selalu mencoba untuk menjinakkan keganasan alam, salah satunya adalah Sambaran Petir. dan metode yang pernah dikembangkan:
 1. Penangkal Petir Kovensional / Faraday / Frangklin
 Kedua ilmuan diatas Faraday dan Frangklin mengketengahkan system yang hampir sama , yakni system penyalur arus listrik yang menghubungkan antara bagian atas bangunan dan grounding . Sedangkan system perlindunga yang dihasilkan ujung penerima / Splitzer adalah sama pada rentang 30 ~ 45 ‘ . Perbedaannya adalah system yang dikembangkan oleh Faraday bahwa Kabel penghantar terletak pada sisi luar bangunan dengan pertimbangan bahwa kabel penghantar juga berfungsi sebagai penerima sambaran, Berupa sangkar elektris atau biasa disebut sangkar Faraday.

 2. Penangkal Petir RadioAktif
 Penelitian terus berkembang akan sebab terjadinya petir , dan dihasilkan kesimpulan bahwa petir terjadi karena ada muatan listrik di awan yang dihasilkan oleh proses ionisasi , maka penggagalan proses ionisasi di lakukan dengan cara memakai Zat berradiasi misl. Radiun 226 dan Ameresium 241 , karena 2 bahan ini mampu menghamburkan ion radiasinya yang bisa menetralkan muatan listrik awan. Sedang manfaat lain adalah hamburan ion radiasi akan menambah muatan pada Ujung Finial / Splitzer dan bila mana awan yang bermuatan besar yang tidak mampu di netralkan zat radiasi kemuadian menyambar maka akan condong mengenai penangkal petir ini. Keberadaan penangkal petir jenis ini sudah dilarang pemakaiannya , berdasarkan kesepakatan internasional dengan pertimbangan mengurangi pemakaian zat beradiasi dimasyarakat.

3. Penangkal Petir Elektrostatic
 Prinsip kerja penangkal petir Elektrostatik mengadopsi sebagian system penangkal petir Radioaktif , yakni menambah muatan pada ujung finial / splitzer agar petir selalu memilih ujung ini untuk disambar . Perbedaan dari sisten Radioaktif dan Elektrostatik ada pada energi yang dipakai. Untuk Penangkal Petir Radioaktif muatan listrik dihasilkan dari proses hamburan zat berradiasi sedangkan pada penangkal petir elektrostatik energi listrik dihasilkan dari Listrik Awan yang menginduksi permukaan bumi.


gimana? ternyata petir tuh hebat juga yaa? subhanallah. oke sekian saja dulu, semoga berguna

Gerhana Bulan Total (GBT) - 10 Desember 2011

Jumat, 09 Desember 2011

pas tadi lagi sholat jumát di sekolah, ngejelasin tentang kiamat. nah sang khotib ngasih tau nih bahwa saat terjadi gerhana, itu rawan sekali terjadi yang namanya bencana alam. untuk kiamat itu sendiri gada yang tau. yang jelas, itu salah satunya. mendengar perkataan seperti itu, saya jadi punya ide untuk bikin postingan tentang gerhana bulan yang katanya akan terjadi malam minggu besok (10 Desember 2011) . saya nyari nyari di googling tentang gerhana esok hari, nah saya dapet dari Penjelajah Angkasa's Blog . nah ini dia reviewnya dari blog penjelajah angkasa.


Apa Itu Gerhana Bulan ?
Gerhana Bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang Bulan tertutup oleh bayangan Bumi. Hal itu terjadi bila Bumi berada di antara Matahari dan Bulan pada satu garis lurus yang sama. Dengan penjelasan lain, Gerhana Bulan muncul bila Bulan sedang beroposisi dengan Matahari.



Bulan diperkirakan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Maka seharusnya jika terjadi Gerhana Bulan, akan diikuti dengan Gerhana Matahari karena kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara Matahari dengan Bumi.

Berikut macam-macam Gerhana Bulan : 
a. Gerhana Bulan Total : Pada gerhana ini, Bulan akan tepat berada pada daerah bayangan umbra Bumi.
b. Gerhana Bulan Sebagian : Pada gerhana ini, tidak seluruh bagian Bulan terhalangi dari Matahari oleh Bumi. Sedangkan sebagian permukaan Bulan yang lain berada di daerah penumbra. Sehingga masih ada sebagian sinar Matahari yang sampai ke permukaan Bulan.
c. Gerhana Bulan Penumbra : Pada gerhana ini, seluruh bagian Bulan berada di bagian penumbra. Sehingga Bulan masih dapat terlihat dengan warna yang suram.


Bagaimana dengan Gerhana Bulan Total ?
Sebelum kita melihat fenomena astronomi seperti GBT alangkah baiknya kita mengenal terlebih dahulu tentang definisi dari Gerhana Bulan Total. Gerhana Bulan Total ialah tertutupnya penampang Bulan secara keseluruhan (total) karena tertutup oleh bayangan Bumi. Hal itu terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan pada satu garis lurus yang sama (oposisi). Jadi, bisa di katakan sinar Matahari tidak dapat mencapai Bulan sepenuhnya karena terhalang oleh Bumi. 


Apa Perbedaan Bulan Purnama dengan Gerhana Bulan ?
Secara posisi Bulan Purnama hampir sama susunannya dengan Gerhana Bulan. Lalu, apa yang membedakannya? Ternyata kemiringan bidang orbit Bulan terhadap ekliptika sebesar 5.2o yang membuat tidak setiap Bulan baru mengakibatkan terjadinya Gerhana Matahari dan tidak setiap Bulan Purnama akan terjadi Gerhana Bulan. Perpotongan bidang orbit Bulan dengan ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node (titik dimana Bulan memotong bidang ekliptika). Gerhana Bulan ini hanya akan terjadi saat Bulan beroposisi pada node tersebut. Sehingga tidak setiap Bulan purnama bisa di katakan Gerhana Bulan Total. Perpotongan dua bidang tersebut membentuk garis yang berputar di dalam periode 18,6 tahun. Artinya, akan terjadi perulangan gerhana yang dinamakan periode saros. Dalam satu tahun bisa terjadi 5-7 kali gerhana baik Matahari maupun Bulan.
Gambar : Fase Bulan Purnama


Apa yang Menyebabkan Warna Merah Pada Penampakan GBT ?
Sebenarnya, pada peristiwa Gerhana Bulan, seringkali Bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar Matahari yang dibelokkan ke arah dalam oleh atmosfer Bumi. Namun lama kelaman sinar tersebut menghilang dan seperti penampakan Bulan baru, Bulan tersebut tidak dapat dilihat secara jelas penampakannya sampai akhirnya ketika memasuki puncaknya (umbra) kita dapat melihat penampakan Bulan yang berwarna merah.

Gerhana Bulan Total akan menghasilkan penampakan Bulan dengan permukaan yang berwarna merah. Hal ini dikarenakan secara bentuk Matahari lebih besar daripada Bumi maka, masih terdapat cahaya Matahari yang masuk di atmosfer dan kemudian dibelokkan ke arah dalam yang akhirnya diterima oleh Bulan. Kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat Gerhana Bulan akan tampak berwarna merah tembaga.

Tetapi Gerhana Bulan Total yang kita dapat lihat akhir-akhir ini memiliki warna merah yang lebih gelap hampir menuju ke arah warna merah bata. Hal ini dikarenakan salah satu penyebabnya ialah kualitas udara yang buruk (polusi udara) terjadi di wilayah kita mengamat. Warna yang dihasilkan polusi menyebabkan warna penampakan dari GBT lebih tegas dan lebih gelap.


Bagaimana Cara Mengamati GBT ?
Pada tanggal 10 Desember nanti kita dapat bersiap-siap untuk melihat GBT dimulai sekitar pukul 18.00 hingga 24.00 WIB. Gerhana Bulan dapat kita amati hanya dengan mata telanjang dan tidak akan berbahaya sama sekali. Selain menggunakan mata telanjang, untuk memperjelas penampakan dari Bulan kita dapat menggunakan alat bantuan binokular, teleskop, ataupun jika anda tak sempat keluar rumah dapat menyaksikannya melalui internet (streaming). Jadi silahkan tandai kalender Anda, agar fenomena ini tidak terlewatkan begitu saja.

Bagaimana Cara Membaca Fase GBT ?
Gerhana 10 Desember nanti kita sudah bisa bersiap-siap menyiapkan segala keperluan pengamatan dll. dimulai pukul 18.00 WIB. Bagaimana cara kita melihat kontak yang terjadi pada penampang Bulan? Tentunya kita memerlukan peta ilustrasi yang menggambarkan keadaan tersebut bersama catatan waktunya. Berikut beberapa istilah yang mesti kita ketahui sebelum akhirnya memutuskan menggunakan peta sebagai acuan.

Kontak Awal Penumbra Bumi (P1)
Kontak awal penumbra Bumi atau disebut P1 bisa kita lihat dimulai pukul 18:33:32 WIB. Pada saat itu ditandai dengan masuknya Bulan ke awal bayangan penumbra Bumi. Perubahan yang terjadi adalah berkurangnya kecerlangan dari cahaya Bulan. Namun kita tidak akan dapat membedakannya secara kasat mata. Kecuali memakai teleskop atau peranti elektronik lainnya yang berfungsi membesarkan gambar objek.

Kontak Awal Umbra (U1)
Lalu pada pukul 19:45:42 WIB, Bulan akan masuk ke umbra Bumi (U1). Inilah saat terbaik mengamati gerhana, yaitu ketika Bulan purnama mulai berubah bentuk. Perlahan-lahan tepian Bulan menjadi gelap, seperti bakpao yang di gigit bagian tepinya atau kita sebut sabit sampai akhir berubah penampakannya menjadi gelap semua.

Kontak Total Awal Umbra (U2)
Sedangkan kontak total awal gerhana atau U2 dapat disaksikan pada pukul 21:06:16 WIB. Pada saat puncak gerhana, diperkirakan magnitudonya mencapai 1,1061 sehingga Bulan masih dapat dilihat jelas oleh mata telanjang sekalipun. Di saat inilah penampakkan yang ingin dilihat semua pengamat. Berubahnya Bulan dari yang berwarna gelap berubah sedikit demi sedikt memunculkan warna kemerahannya sampai akhirnya kita akan melihat penampakan Gerhana Bulan Total dengan ciri khasnya yang berwarna merah tembaga (Fase Mid).

Kontak Total Akhir Umbra (U3)
Untuk kontak total akhir Bulan berada di bayangan umbra Bumi sekitar pada pukul 21:57:24 WIB.

Kontak Akhir Umbra (U4)
Sedangkan kontak akhir umbra (U4) memasuki pukul 23:17:58 WIB. Bulan mulai terlihat samar kembali.

Kontak Akhir Penumbra (P4)
Terakhir, Bulan akan berada di penumbra dan mengakhiri gerhananya yaitu sekitar pukul 00:30:00 WIB. Bulan mengakhiri fase gerhana samarnya yang artinya berakhirlah seluruh fase Gerhana Bulan Total terakhir di Tahun 2011 ini.


Keterangan :
Umbra = Bagian gelap
Penumbra Bagian Samar



Berapa Lama Durasi Gerhana Bulan Total ?
Durasi Penumbra = 05 jam, 56 menit, 28 detik.
Durasi Umbra = 03 jam, 32 menit, 17 detik.
Durasi Gerhana Total = 51 menit, 08 detik.

Setelah mengetahui durasi dari masing-masing fase, berikut beberapa jadwal waktu serta kontak dengan penumbra serta umbra di wilayah Indonesia baik Wilayah Indonesia Bagian Barat (WIB), Wilayah Indonesia Bagian Tengah serta Wilayah Indonesia Bagian Timur (WIT). Berikut jadwal setiap wilayah bagian :

Waktu Indonesia Bagian Barat
Kontak Awal Penumbra Bumi (P1) = 18:33:32 WIB
Kontak Awal Umbra (U1) = 19:45:42 WIB
Kontak Total Awal Umbra (U2) : 21:06:16 WIB
Puncak Gerhana = 21:31:49 WIB
Kontak Total Akhir Umbra (U3) = 21:57:24 WIB
Kontak Akhir Umbra (U4) = 23:17:58 WIB
Kontak Akhir Penumbra (P4) = 00:30:00 WIB
 


Waktu Indonesia Bagian Tengah 
Kontak Awal Penumbra Bumi (P1) = 19:33:32 WITA
Kontak Awal Umbra (U1) = 20:45:42 WITA
Kontak Total Awal Umbra (U2) = 22:06:16 WITA
Puncak Gerhana = 22:31:49 WITA
Kontak Total Akhir Umbra (U3) = 22:57:24 WITA
Kontak Akhir Umbra (U4) = 00:17:58 WITA
Kontak Akhir Penumbra (P4) = 01:30:00 WITA



Waktu Indonesia Bagian Timur
Kontak Awal Penumbra Bumi (P1) = 20:33:32 WIT
Kontak Awal Umbra (U1) = 21:45:42 WIT
Kontak Total Awal Umbra (U2) = 23:06:16 WIT
Puncak Gerhana = 23:31:49 WIT
Kontak Total Akhir Umbra (U3) = 23:57:24 WIT
Kontak Akhir Umbra (U4) = 00:17:58 WIT
Kontak Akhir Penumbra (P4) = 01:30:00 WIT


Apa Manfaat Kita Mengetahui Gerhana Bulan Total ?
Banyak sekali aktifitas yang bisa dilihat saat Gerhana Bulan Total dimulai dari beberapa orang menyaksikan dengan mata telanjang hingga yang memakai bantuan teleskop untuk astrofotografi dll. 

Gerhana Bulan menarik untuk diamati dan dipelajari, semisalnya untuk mengecek ketepatan perhitungan koordinat benda langit. Serta secara astronomi kita dapat mengetahui bahwa Gerhana Bulan berpengaruh akan gaya gravitasi Matahari dan Bulan terhadap Bumi yang menimbulkan pasang laut maksimum. 


Selain itu, fenomena GBT juga dapat dijadikan ajang bagi siswa untuk mencoba melakukan pengamatan serta pemotretan dan melakukan analisis pascapengamatan. Di antara aktivitas yang dapat dilakukan siswa adalah mengamati waktu-waktu kontak yang terjadi.

Ketika Bulan mulai memasuki kontak awal umbra sampai akhir umbra, banyak masjid yang mengumandangkan Allahu Akbar sebagai tanda kebesaran yang diperlihatkan. Di dalam Islam sendiri, ketika Gerhana Bulan sedang berlangsung bagi umat Islam yang melihat atau mengetahui gerhana tersebut di sunnahkan untuk melakukan Salat Gerhana Bulan (salat khusuf). 

 "Telah terjadi gerhana matahari pada hari wafatnya Ibrahim putra Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam. Berkatalah manusia: Telah terjadi gerhana matahari karana wafatnya Ibrahim. Maka bersabdalah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam "Bahwasanya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Allah mempertakutkan hamba-hambaNya dengan keduanya. Matahari gerhana, bukanlah kerana matinya seseorang atau lahirnya. Maka apabila kamu melihat yang demikian, maka hendaklah kamu salat dan berdoa sehingga selesai gerhana." (HR. Bukhari & Muslim).

Terakhir, pertanda Gerhana Bulan sebenarnya juga di pakai untuk menandakan pertengahan Bulan Rajab yang akan segera hadir. Khususnya perhitungan ini bisa dipakai ketika Gerhana Bulan Total pada bulan Juni lalu. Bisa dikatakan, gerhana merupakan penjaga waktu dalam menentukan kejadian penting di Islam dalam mengkonfirmasi peristiwa-peristiwa sejarah di masa silam.

Bagaimana Cara Mengabadikan Gerhana Bulan Total ?
Untuk mendapatkan hasil yang sesuai diinginkan akan lebih baik bila pengambilan gambar Fenomena Gerhana Bulan Total (GBT) ini menggunakan bantuan teleskop. Dengan adanya teleskop kita dapat memperbesar harga panjang fokus sistem keseluruhan, sehingga mampu memperbesar dan memperkuat cahaya objek tersebut. Oleh karena itu, sangat disayangkan jika teleskop hanya di gunakan untuk melihat tanpa mengabadikan fenomena yang terjadi.

Bagi yang memilki DSLR (kamera yang dapat di atur bukaan lensanya), dapat menggunakan tabel di bawah ini sebagai acuan saat pemotretan. Perlu diketahui foto-foto sejenis kawah dari Bulan tidak dapat terlihat jelas saat gerhana nanti akibat dari kecerlangan Bulan itu sendiri saat memasuki bayangan Bumi..

Bagi yang ingin merekam seluruh fase dari gerhana bulan total nanti dapat mencoba teknik Multi Expose. Hal yang paling penting untuk dapat merekam semua fase dari gerhana adalah berharap keadaan langit yang akan selalu cerah tidak tertutup awan selama pemotretan berlangsung. Selain itu, persiapkan segala peralatan perekaman fase nanti seperti tripod yang kokoh agar menghasilkan gambar objek yang jelas (tidak blur), lensa yang sesuai dengan rentang waktu pemotretan serta perlu diperhatikan rentangan waktu tiap fase yang ingin di ambil di upayakan supaya gambar objek dari tiap fase tidak terlalu rapat ataupun terlalu renggang. Terakhir, berharap tidak sampai ketinggalan mendapatkan gambar objek paling penting dari keseluruhan fase yaitu saat Mid atau puncaknya.



Dimanakah Bisa Mengamati Gerhana Bulan Total ?
Gerhana Bulan Total di penghujung akhir tahun ini dapat disaksikan di berbagai tempat khususnya kawasan Asia dan Australia. Sedangkan di bagian Eropa  para pengamat tidak dapat melihat fase awal gerhana karena gerhana sudah dimulai sebelum Bulan terbit. Bisa dikatakan masih berada di bawah ufuk. Sedangkan untuk wilayah Amerika Selatan dan Antartika, GBT pada 10 Desember nanti tidak akan terlihat karena posisi bulan yang sudah terbenam.



Keterangan Gambar :
Eclipse at Moon Set : Gerhana pada saat Bulan terbenam, yaitu gerhana ini tidak akan terlihat benar-benar total karena Gerhana Bulan Totalnya terjadi ketika Bulan berada di bawah ufuk tepatnya sudah terbenam.
No Eclipse Visible : Gerhana tidak terlihat sama sekali, baik ketika Bulan akan memasuki penumbra Bumi.
Eclipse at Moon Rise : Gerhana pada saat Bulan terbit, yaitu wilayah ini tidak dapat menyaksikan kejadian atau proses seutuhnya. Hal ini dikarenakan Gerhana Bulan Total telah terjadi saat terbit.
All Eclipse Visible : Semua fase gerhana terlihat, hal ini yang akan kita rasakan khususnya di wilayah Indonesia. Kita dapat menyaksikan keseluruhan fase dari Gerhana Bulan Total (GBT).


Dilihat dari segi waktunya, hanya Indonesia bagian tengah dan barat saja yang bisa melihat gerhana ini dari awal hingga akhir. Sementara bagian timur Indonesia baru dapat melihat fenomena ini dimulai pukul 20:00:00 WIT dan berakhir lewat tengah malam. Bagian paling menarik dari gerhana ini, yaitu ketika Bulan berada di dalam bayangan umbra Bumi, dapat dilihat utuh dari awal hingga akhir dari seluruh Indonesia. Jadi jangan sampai ketinggalan dan abadikan fenomena ini sebagai cerita kepada yang lainnya melalui astrofotografi.



sumber :
wikipedia dan pertemuan rutin HAAJ tahun 2008.

 sudah dibaca?? Subhanallah yaa. Maha Suci Allah SWT. menciptakan fenomena seperti itu,


(QS. Al-A'raf 54)
إِنَّ رَبَّكُمُ اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثاً وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلاَ لَهُ الْخَلْقُ وَالأَمْرُ تَبَارَكَ اللّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ


nah ayat diatas menunjukan kebesaran Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan mendampingi siang dengan malam. oleh karena itu marilah kita bersyukur atas semua yang terjadi.

Saya mengajak kepada anda semua pada esok hari :
1.Mari kita perbanyak Dzikir dan bertasbih
2.Mari kita bersama-sama sholat gerhana.
3.Banyak-banyak tadarus Al-Quran.


Semoga bacaan diatas bisa berguna bagi anda dan juga bisa memperkuat keimanan anda kepada Allah SWT. oia, jangan lupa komentarnya ya...

Gelombang otak

Selasa, 20 September 2011


udah cukup lama nih ga posting lagi. kemarin saya baru saja menjadi pembicara dalam seminar kelas. kebetulan saya membahas materi ini. nah sekedar bagi-bagi aja sih. silahkan dibaca..


Kalau kita pergi ke rumah sakit, laboratium, atau ke pusat-pusat penelititan fungsi otak manusia, maka kita bisa menemui EEG atau electroencephalogram dan Brain Mapping. Kedua alat tersebut digunakan untuk mengamati aktivitas otak manusia. Perbedaannya adalah Brain Mapping hanya memeriksa secara fisik. Untuk mengetahui adanya gangguan, kerusakan atau kecacatan otak, misalkan tumor otak, pecahnya pembulu darah otak, benturan pada kepala dan seterusnya. Sedangkan EEG memeriksa getaran, frekwensi, sinyal atau Gelombang Otak (Brainwave) yang kemudian dikelompokkan kedalam beberapa kondisi kesadaran.

Getaran atau frekwensi adalah jumlah pulsa (impuls) perdetik dengan satuan hz (hertz). Berdasarkan riset selama bertahun-tahun di berbagai negara maju, frekwensi otak manusia berbeda-beda untuk setiap fase sadar, rileks, tidur ringan, tidur nyenyak, trance, panik, dan sebagainya. Melalui penelitian yang panjang, akhirnya para ahli syaraf (otak) sependapat bawah Gelombang Otak (Brainwave) berkaitan dengan kondisi pikiran. Saya akan jelaskan satu per satu tentang jenis-jenis frekwensi Gelombang Otak (Brainwave) dan pengaruhnya terhadap kondisi otak manusia.
GAMMA (16 hz - 100 hz)
Gelombang Gamma
Gelombang Gamma cenderung merupakan yang terendah dalam amplitudo dan gelombang paling cepat.  Adalah Gelombang Otak (Brainwave) yang terjadi pada saat seseorang mengalami aktifitas mental yang sangat tinggi, misalnya sedang berada di arena pertandingan, perebutan kejuaraan, tampil dimuka umum, sangat panik, ketakutan. Kondisi Gamma adalah kondisi dalam kesadaran penuh. Berdasarkan penyelidikan Dr. Jeffrey D. Thompson (Center for Acoustic Research) di atas gelombang gamma sebenarnya masih ada lagi yaitu gelombang Hypergamma ( tepat 100 Hz ) dan gelombang Lambda (tepat 200 Hz), yang merupakan geolombang-gelombang supernatural atau berhubungan dengan kemampuan yang luar biasa.
BETA (di atas 12 hz atau dari 12 hz s/d 19 hz)
Gelombang Beta
Merupakan Gelombang Otak (Brainwave) yang terjadi pada saat seseorang mengalami aktifitas mental yang terjaga penuh. Anda berada dalam kondisi ini ketika Anda melakukan kegiatan Anda sehari-hari dan berinteraksi dengan orang lain di sekitar Anda. Frekwensi beta adalah keadaan pikiran Anda sekaran ini, ketika Anda duduk di depan komputer membaca artikel ini. Gelombang beta dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu high beta (lebih dari 19 Hz) yang merupakan transisi dengan getaran gamma , lalu getaran beta (15 hz -18 hz) yang juga merupakan transisi dengan getaran gamma, dan selanjutnya lowbeta (12 hz ~ 15 hz). Gelombang Beta di perlukan otak ketika Anda berpikir, rasional, pemecahan masalah, dan keadaan pikiran di mana Anda telah menghabiskan sebagian besar hidup Anda.

Sensori Motor Rhytm (12 hz - 16 hz)
Gelombang Sensori Motor Rhytm
SMR sebenarnya masih masuk kelompok getaran lowbeta, namun mendapatkan perhatian khusus dan juga baru dipelajari secara mendalam akhir-akhir ini oleh para ahli, karena penderita epilepsy, ADHD ( Attention Deficit and Hyperactivity Disorder) dan Autism ternyata tidak menghasilkan gelombang jenis ini. Para penderita gangguan di atas tidak tidak mampu berkonsentrasi atau fokus pada suatu hal yang dianggap penting. Sehingga setiap pengobatan yang tepat adalah cara agar otaknya bisa menghasilkan getaran SMR tersebut. Dan hal ini bisa dilakukan dengan teknik neurofeedback .

ALPHA ( 8 hz - 12 hz )
Gelombang Alpha
Adalah Gelombang Otak (Brainwave) yang terjadi pada saat seseorang yang mengalami relaksaksi atau mulai istirahat dengan tAnda-tAnda mata mulai menutup atau mulai mengantuk. Anda menghasilkan gelombang alpha setiap akan tidur, tepatnya masa peralihan antara sadar dan tidak sadar. Fenomena alpha banyak dimanfaatkan oleh para pakar hypnosis untuk mulai memberikan sugesti kepada pasiennya. Orang yang memulai meditasi (meditasi ringan) juga menghasilkan gelombang alpha. Frekwensi alpha 8 -12 hz , merupakan frekwensi pengendali, penghubung pikiran sadar dan bawah sadar. Anda bisa mengingat mimpi Anda, karena Anda memiliki gelombang alpha. Kabur atau jelas sebuah mimpi yang bisa Anda ingat, tergantung kualitas dan kuantitas gelombang alpha pada saat Anda bermimpi. Alpha adalah pikiran yang paling cocok untuk pemrograman bawah sadar
THETA ( 4 hz - 8 hz )
Gelombang Theta
Adalah Gelombang Otak (Brainwave) yang terjadi pada saat seseorang mengalami tidur ringan, atau sangat mengantuk. TAnda-tAndanya napas mulai melambat dan dalam. Selain orang yang sedang diambang tidur, beberapa orang juga menghasilkan Gelombang Otak (Brainwave) ini saat trance, hypnosis, meditasi dalam, berdoa, menjalani ritual agama dengan khusyu. Orang yang mampu mengalirkan energi chi, prana atau tenaga dalam, juga menghasilkan Gelombang Otak (Brainwave) theta pada saat mereka latihan atau menyalurkan energinya kepada orang lain.
Dengan latihan, kita dapat memanfaatkan Gelombang Otak (Brainwave) Theta untuk tujuan yang lebih besar, yaitu memasuki kondisi meditasi yang sangat dalam, namun,  biasanya begitu Anda telah mencapai theta, Anda menjadi mudah tertidur. Disinilah alasan bahwa gelombang Alpha adalah keadaan utama untuk pemrograman pikiran bawah sadar Anda. Jika Anda ingin bereksperimen dengan meditasi melalui Gelombang Otak (Brainwave) theta, duduklah tegak untuk tetap sadar dan mencegah dari tertidur.

Kemudian, bayi dan balita rata-rata tidur lebih dari 12 jam dalam sehari. Itulah mengapa otak anak-anak selalu dalam fase gelombang alpha dan theta. Perlu diingat, gelombang alpha dan theta adalah gelombang pikiran bawah sadar. Oleh sebab itu, anak-anak cepat sekali dalam belajar dan mudah menerima perkataan dari orang lain apa adanya. Gelombang Otak (Brainwave) ini juga menyebabkan daya imajinasi anak-anak luar biasa. Ketika mereka bermain mobil-mobilan misalnya, imajinasi mereka aktif dan permainan menjadi sangat seru.
Pernahkah Anda mendengar berita kecelakaan yang menewaskan banyak korban, tapi keajaiban terjadi di situ? Di beritakan seorang anak bayi selamat dari kecelakaan maut tersebut. Gelombang Otak (Brainwave) theta juga dikenal sebagai "gelombang ajaib", karena berkaitan dengan kekuatan psikis. Berdasarkan penyelidikan para ahli, bahwa banyak terjadi kecelakaan pesawat udara, tabrakan, kebakaran, kecelakaan kapal laut yang menewaskan banyak orang. Namun ada keanehan, beberapa anak balita bisa selamat. Kemungkinan ini dikarenakan anak-anak hampir setiap saat dalam kondisi gelombang theta. Perasaan dekat dengan Tuhan pun akan terjadi apabila kita dapat memasuki fase gelombang theta. Anda mungkin pernah mengalaminya saat Anda berdoa, meditasi, melakukan ritual-ritual agama. Dengan dasar inilah "GOD SPOT" ditemukan.

Delta (0.5 hz - 4 hz)
Gelombang Delta
Adalah Gelombang Otak (Brainwave) yang memiliki amplitudo yang besar dan frekwensi yang rendah, yaitu dibawah 3 hz. Otak Anda menghasilkan gelombang ini ketika Anda tertidur lelap, tanpa mimpi. Fase Delta adalah fase istirahat bagi tubuh dan pikiran. Tubuh Anda melakukan proses penyembuhan diri, memperbaiki kerusakan jaringan, dan aktif memproduksi sel-sel baru saat Anda tertidur lelap. Gelombang Delta adalah gelombang yang paling rendah pada otak Anda, otak tidak akan pernah mencapai frekwensi 0 hz, karena jika otak Anda dalam kasus ini Anda akan mati!
Schumann Resonance (7.83 hz)
Schumann Resonance adalah getaran alam semesta pada frekwensi 7.83 Hz yang juga masuk dalam kelompok gelombang theta. Seseorang yang otaknya mampu menghasilkan dan mempertahan frekwensi ini memiliki kemampuan supernatural, seperti ESP, telepati, clayrvoyance, dan fenomena psikis lainnya. Anak indigo, yaitu anak super cerdas yang biasanya berkemampuan ESP atau Extra Sensory Perception, juga bisa memasuki gelombang ini dengan mudah dan konstan.
Penemuan baru dibidang frekwensi dan Gelombang Otak (Brainwave) manusia oleh Dr. Jeffrey D. Thompson dari Neuroacoustic Research, bahwa masih ada gelombang dan frekwensi lain dibawah Delta, atau dibawah 0.5 hz, yaitu frekwensi EPSILON, yang juga sangat mempengaruhi aktifitas mental seseorang dalam kemampuan supranatural, seperti pada gelombang theta diatas.

METODE STIMULASI GELOMBANG OTAK
Stimulasi Gelombang Otak (Brainwave) adalah fenomena yang alami, sama alaminya dengan teori fisika. Getaran suara tertentu yang didengarkan telinga bisa menggetarkan otak, sehingga otak memproduksi gelombang yang frekwensinya sama dengan frekwensi suara yang kita dengar. Hal ini sama saja dengan hukum fisika pada dua garpu tala.

Apabila ada dua buah garpu tala yang senada, apabila salah satu garpu tala diketuk T1 (digetarkan), lalu didekatkan tanpa menyentuhnya kepada garpu tala lain T2 , yang diam, maka garpu tala yang lain ini akan ikut bergetar, dengan nada yang sama. Maka garpu tala T2 disebut beresonansi (ikut bergetar) dengan garpu tala T1 .

Demikian pula otak manusia, dengan diketahuinya setiap tingkat Gelombang Otak (Brainwave) manusia yang mampu beresonansi dari getaran audio, visual, dan sinyal raba atau perasaan, maka kita dapat menstimulasi otak kita agar menghasilkan Gelombang Otak (Brainwave) tertentu sesuai kebutuhan, misalnya untuk meningkatkan kemampuan berpikir, ingatan, pemahaman yang cepat, meditasi, aktifitas-aktifitas supranatural, mengobati atau meningkatkan kesehatan bagi mereka yang menderita ADHD, ADD atau Autism, susah tidur dan seterusnya.

sumber http://www.google.co.id

Cara Kerja Kaca Mata 3D

Selasa, 16 Agustus 2011

lagi nyari tugas tentang optik, eh inget kaca mata 3D, coba posting aja sih..

Sumber: http://wahyuriyadi.blogspot.com

Meskipun tahun 1950 dianggap sebagai era film 3 dimensi, film 3D pertama, ‘The Power of Love’, justru di buat pada tahun1922. Sejak saat itu penggunaan teknologi 3D dalam layar lebar atau televisi telah mengalami pasang surut popularitas. Dan bagi yang telah merasakan menonton film 3D ini, harus mengakui bahwa kacamata 3D sangatlah fantastis dan efisien.



Kacamata ini membuat membuat gambar pada film bioskop dan televisi seperti adegan 3 dimensi yang terjadi tepat di depan anda. Dengan objek bergerak keluar masuk layar dan seolah menuju ke arah anda, dan tokoh jahat yang bergerak keluar untuk menangkap dan meraih tangan anda, kacamata 3D membuat anda merasa bagian dari adegan film, tidak hanya seseorang yang duduk disana menonton adegan tersebut. Mengingat alat ini mempunyai nilai entertainment yang tinggi, anda akan terkejut betapa sederhananya sebetulnya kacamata 3D ini.

Pada artikel kali ini, kita hanya akan membicarakan dua tipe kacamata 3D yang paling populer digunakan. Namun sebelum itu,terlebih dulu kita cari tahu tentang sistem binocular.

Manusia lahir dengan dua buah mata dan sistem penglihatan binocular yang sangat luar biasa. Untuk objek dengan jarak lebih dari 20 kaki (6 samapi 7 meter), sistem binocular membuat kita mudah menetukan seberapa jauh jarak objek tersebut secara akurat. Sebagai contoh. Jika ada beberapa objek di depan, kita akan dengan mudah mengetahui objek mana yang lebih jauh dan objek mana yang lebih dekat, serta seberapa jauhnya jarak objek tersebut dengan kita. Apabila anda melihat dunia dengan sebelah mata tertutup, anda akan tetap dapat memperkirakan jarak, namun keakuratan perkiraan jarak akan menurun.

Untuk melihat seberapa besar perbedaannya, mintalah seorang teman untuk melemparkan bola dan coba untuk menangkap bola tersebut sementara sebelah mata anda tertutup. Juga coba pada ruangan yang sedikit cahaya atau pada malam hari. Pada kondisi ketersediaan cahaya sedikit, perbedaan akan semakin terlihat. Akan lebih sulit untuk menangkap bola hanya dengan sebelah mata terbuka di banding kedua mata terbuka.

Atau lakukan percobaan berikut.

Fokuskan pandangan anda pada gambar sebuah mata di bawah ini. Lalu taruh ibu jari didepan hidung anda menghalangi pandangan. Pandangan tetap fokus pada gambar mata tadi. Maka anda akan melihat gambar mata tersebut berada diantara dua ibu jari. Dan jika fokus pandangan anda alihkan pada ibujari anda, maka ibujari anda berada di antara gambar dua mata. Jika hasil yang anda dapatkan seperti itu, maka sistem binocular anda masih berfungsi baik.




Sistem penglihatan binocular berdasarkan pada kenyataan bahwa dua mata kita terpisah dengan jarak 2 inchi (5 cm). Dengan demikian setiap mata melihat dunia dari perspektif yang sedikit berbeda, dan otak menggunakan perbedaan tersebut untuk menghitung jarak secara akurat. Otak memiliki kemampuan untuk mengkorelasikan dan memperkirakan posisi, jarak, bahkan kecepatan suatu benda melalui data yang diperoleh dari sistem binocular mata.

Dalam menonton film 3D, alasan kenapa anda memakai kacamata 3D adalah untuk mengumpan gambar yang berbeda pada mata. Layar sesungguhnya menampilkan dua gambar, dan kacamata menyebabkan satu gambar masuk ke satu mata, dan gambar lainnya masuk ke mata yang satunya. Terdapat dua sistem umum yang digunakan.

A. Kacamata berbeda warna. Merah/hijau, atau merah/biru.

Sistem ini menggunakan kacamata berbeda warna. Merah/hijau atau yang lebih umum merah/biru. Pada film 3D, proyektor akan menampilkan dua jenis gambar sekaligus. Filter pada kacamata memperbolehkan hanya satu jenis gambar yang masuk ke tiap-tiap mata, kemudian otak akan menyelesaikan sisanya. Sistem kacamata berbeda warna ini mempunyai kelemahan. Warna pada film tidak terlihat dengan baik, sehingga kualitas gambar yang terlihat kurang begitu baik.


B. Kacamata Polarisasi

Di Disney world, Universal studio, dan tempat 3D lainnya, metode yang digunakan adalah lensa polarisasi, karena menghasilkan kualitas gambar yang lebih baik. Dua buah proyektor memproyeksikan dua respektif pada layar, masing-masing dengan polarisasi yang berbeda. Kacamata membuat hanya satu image yang masuk ke tiap-tiap mata karena terdapat lensa dengan polarisasi berbeda.


Sebetulnya ada beberapa sistem lagi. namun karena terlalu rumit dan mahal, mereka tidak digunakan secara luas.

Dibalik Kaca Mata Photochromic


Pernahkah anda melihat kacamata yang lensanya jernih di dalam ruangan namun ketika dibawa keluar ruangan akan berubah menjadi lebih gelap. Unik bukan?? Tujuannya tentu saja agar pengguna tidak silau oleh terangnya sinar matahari. Kacamata spesial ini biasa dikenal dengan nama kacamata Photochromic atau Kacamata Transition.

Pertama kali saya mengetahui kacamata unik ini ketika seorang sahabat memakainya ke kantor di perusahaan tempat saya bekerja dulu. Dan hampir setahun berselang, seminggu yang lalu saya melihatnya kembali saat mengaudit di salah satu instansi milik pemerintah. Dipakai salah seorang pejabat eselon 2.

Saat di dalam ruangan lensa kacamata jernih, layaknya kacamata baca biasa. Namun ketika keluar gedung dan terpapar cahaya matahari, lensa kacamata berubah menjadi gelap sehingga membuat si pengguna tidak silau oleh sinar matahari. Menarik.. !! Saya harus mengetahui proses apa yang terjadi, batin saya saat itu.

Dan sekarang, saya akan mencoba menjelaskan fenomena yang terjadi dalam artikel ini. Tentunya sebatas pengetahuan saya. Semoga dapat menambah wawasan..

Sejarah Singkat Perkembangan Lensa Photochromic


Kaca yang berubah menjadi gelap saat terekspos sinar matahari pertama kali dikembangkan oleh Corning, nama brand produsen kacamata asal Perancis, di akhir tahun 1960-an. Baru-baru ini, versi plastik lensa ini telah diperdagangkan. Yang pertama adalah lensa Photolite dijual di awal 1980-an oleh American Optical Corporation. Tapi lensa plastic photochromic pertama yang sukses secara komersial diperkenalkan oleh Transition Optical pada tahun 1991. Saking tingginya popularitas lensa Transition ini, sampai-sampai semua lensa photochromic di sebut lensa transition. Padahal istilah yang benar untuk jenis lensa kacamata ini adalah lensa Photochromic atau photochromatic, mengacu pada reaksi kimia spesifik yang terjadi antara lensa dengan sinar ultraviolet (UV).




Reaksi Photochromic
Kaca Photochromic terdiri dari molekul-molekul microkristalin dari perak halide, biasanya perak chloride. Sementara versi lensa plastic-nya berdasar pada molekul organic photochromic (oxazines dan naphthopyrans) untuk memperoleh efek perubahan warna gelap. Molekul-molekul tersebut transparan terhadap cahaya visible tanpa adanya sinar ultraviolet tanpa radiasi UV. Sehingga di bawah sumber cahaya buatan yang hanya memancarkan cahaya visible lensa kacamata ini akan tampak jernih dan transparan. Namun bila terekspos sinar UV, seperti sinar matahari, lensa akan berubah lebih gelap.

Perubahan ini dikarenakan efek reaksi photochromic molekul-molekul dalam lensa dengan sinar UV sehingga bentuk molekul mengalami perubahan. Bentuk molekul yang baru akan mengabsorbsi cahaya visible menyebabkan lensa berubah lebih gelap. Jumlah molekul yang mengalami perubahan bervariasi tergantung pada intensitas sinar UV.



Reaksi Photochromic bersifat reversible. Artinya jika anda masuk kembali ke dalam ruangan maka lensa akan kembali jernih dan transparan. Absennya sinar UV menyebabkan bentuk molekul kembali seperti semula menyebabkan sifat mengabsorbsi cahaya visible akan berkurang dan hilang. Proses ini berlangsung cepat dan spontan.

Kekurangan Lensa Photochromic

Karena molekul photochromic kembali ke keadaan transparannya oleh proses thermal, maka semakin tinggi temperature, kegelapan lensa semakin berkurang. Efek thermal ini di sebut ‘temperature dependency’, oleh karenanya pada cuaca panas, fungsi kacamata ini sebagai sunglass kurang optimal.

Selain itu karena prose s perubahan disebabkan reaksi terhadap sinar UVdan bukan cahaya visible, maka terdapat beberapa situasi dimana kacamata tidak berubah gelap. Misalnya didalam mobil. Kaca mobil dibuat dengan kemampuan menyerap sinar UV. Sehingga reaksi photochromic tidak terjadi dan kacamata tidak berubah gelap meskipun siang hari dan matahari bersinar terik.


Disarikan dari berbagai sumber

Artikel terkait: http://en.wikipedia.org/wiki/Photochromic_lens

cara kerja helikopter

Minggu, 03 April 2011

Helikopter bisa naik ke atas karena ada gaya angkat yang dihasilkan oleh baling-baling helikopter. Prinsip baling-baling ini sama dengan prinsip sayap pesawat pada umumnya.
Rotor blade sudut dari serangan

Ketika dilihat dari samping, bentuk bilah baling-baling helikopter akan tampak seperti gambar di atas. Ketika bilah berputar, udara di depan bilah akan menumbuk bagian bawah bilah. Karena hal ini, bilah akan mendapatkan gaya dorong ke atas. Besarnya gaya angkat (gaya dorong ke atas) ditentukan oleh kecepatan putar baling-baling, luas penampang bilah dan sudut serangan (angle of attact).
Agar helikopter bisa terbang ke depan, bidang putaran baling-baling bisa diubah miring ke depan sehingg gaya angkat tadi tidak vertikal tapi condong ke arah depan.
flapping
(Di bagian kokpit ada kontroler untuk mengatur kemiringan bidang putaran baling-baling).

Ketika baling-baling berputar, berlaku hukum kekekalan momentum sudut yang menyebabkan badan pesawat akan berputar berlawanan arah dengan arah putar baling-baling. Untuk mencegah berputarnya badan pesawat diperlukan gaya pembalik, yaitu dibuatnya baling-baling pada ekor pesawat.

Prinsip Kerja Sel Surya

Kesadaran ini dapat dilihat dari usaha mendapatkan info berkaitan dengan bahan bakar alternatif, semisal, biodiesel, briket batu bara hingga yang paling kontroversial ialah blue energy atau banyugeni yang menghebohkan itu.

Sel surya, solar cell, photovoltaic, atau fotovoltaik sejak tahun 1970-an telah telah mengubah cara pandang kita tentang energi dan memberi jalan baru bagi manusia untuk memperoleh energi listrik tanpa perlu membakar bahan baker fosil sebagaimana pada minyak bumi, gas alam atau batu bara, tidak pula dengan menempuh jalan reaksi fisi nuklir. Sel surya mampu beroperasi dengan baik di hampir seluruh belahan bumi yang tersinari matahari, sejak dari Maroko hingga Merauke, dari Moskow hingga Johanesburg, dan dari pegunungan hingga permukaan laut.

Sel surya dapat digunakan tanpa polusi, baik polusi udara maupun suara, dan di segala cuaca. Sel surya juga telah lama dipakai untuk memberi tenaga bagi semua satelit yang mengorbit bumi nyaris selama 30 tahun. Sel surya tidak memiliki bagian yang bergerak, namun mudah dipindahkan sesuai dengan kebutuhan.

Semua keunggulan sel surya di atas disebabkan oleh karakteristik khas sel surya yang mengubah cahaya matahari menjadi listrik secaralangsung. Artikel ini sengaja ditulis guna menanggapi banyaknya pertanyaan mengenai bagaimana mekanisme atau prinsip kerja sel surya. Sengaja di sini hanya melibatkan penjelasan kualitatif.

Proses konversi

Proses pengubahan atau konversi cahaya matahari menjadi listrik ini dimungkinkan karena bahan material yang menyusun sel surya berupa semikonduktor. Lebih tepatnya tersusun atas dua jenis semikonduktor; yakni jenis n dan jenis p.

Semikonduktor jenis n merupakan semikonduktor yang memiliki kelebihan elektron, sehingga kelebihan muatan negatif, (n = negatif). Sedangkan semikonduktor jenis p memiliki kelebihan hole, sehingga disebut dengan p ( p = positif) karena kelebihan muatan positif. Caranya, dengan menambahkan unsur lain ke dalam semkonduktor, maka kita dapat mengontrol jenis semikonduktor tersebut, sebagaimana diilustrasikan pada gambar di bawah ini.

Pada awalnya, pembuatan dua jenis semikonduktor ini dimaksudkan untuk meningkatkan tingkat konduktifitas atau tingkat kemampuan daya hantar listrik dan panas semikonduktor alami. Di dalam semikonduktor alami (disebut dengan semikonduktor intrinsik) ini, elektron maupun hole memiliki jumlah yang sama. Kelebihan elektron atau hole dapat meningkatkan daya hantar listrik maupun panas dari sebuah semikoduktor.

Misal semikonduktor intrinsik yang dimaksud ialah silikon (Si). Semikonduktor jenis p, biasanya dibuat dengan menambahkan unsur boron (B), aluminum (Al), gallium (Ga) atau Indium (In) ke dalam Si. Unsur-unsur tambahan ini akan menambah jumlah hole. Sedangkan semikonduktor jenis n dibuat dengan menambahkan nitrogen (N), fosfor (P) atau arsen (As) ke dalam Si. Dari sini, tambahan elektron dapat diperoleh. Sedangkan, Si intrinsik sendiri tidak mengandung unsur tambahan. Usaha menambahkan unsur tambahan ini disebut dengan doping yang jumlahnya tidak lebih dari 1 % dibandingkan dengan berat Si yang hendak di-doping.

Dua jenis semikonduktor n dan p ini jika disatukan akan membentuk sambungan p-n atau dioda p-n (istilah lain menyebutnya dengan sambungan metalurgi / metallurgical junction) yang dapat digambarkan sebagai berikut.

  1. Semikonduktor jenis p dan n sebelum disambung.

  2. Sesaat setelah dua jenis semikonduktor ini disambung, terjadi perpindahan elektron-elektron dari semikonduktor n menuju semikonduktor p, dan perpindahan hole dari semikonduktor pmenuju semikonduktor n. Perpindahan elektron maupun hole ini hanya sampai pada jarak tertentu dari batas sambungan awal.

  3. Elektron dari semikonduktor n bersatu dengan hole pada semikonduktor p yang mengakibatkan jumlah hole pada semikonduktor p akan berkurang. Daerah ini akhirnya berubah menjadi lebih bermuatan positif..
    Pada saat yang sama. hole dari semikonduktor p bersatu dengan elektron yang ada pada semikonduktor n yang mengakibatkan jumlah elektron di daerah ini berkurang. Daerah ini akhirnya lebih bermuatan positif.

  4. Daerah negatif dan positif ini disebut dengan daerah deplesi (depletion region) ditandai dengan huruf W.
  5. Baik elektron maupun hole yang ada pada daerah deplesi disebut dengan pembawa muatan minoritas (minority charge carriers) karena keberadaannya di jenis semikonduktor yang berbeda.
  6. Dikarenakan adanya perbedaan muatan positif dan negatif di daerah deplesi, maka timbul dengan sendirinya medan listrik internal E dari sisi positif ke sisi negatif, yang mencoba menarik kembali hole ke semikonduktor p dan elektron ke semikonduktor n. Medan listrik ini cenderung berlawanan dengan perpindahan hole maupun elektron pada awal terjadinya daerah deplesi (nomor 1 di atas).

  7. Adanya medan listrik mengakibatkan sambungan pn berada pada titik setimbang, yakni saat di mana jumlah hole yang berpindah dari semikonduktor p ke n dikompensasi dengan jumlah hole yang tertarik kembali kearah semikonduktor pakibat medan listrik E. Begitu pula dengan jumlah elektron yang berpindah dari smikonduktor n ke p, dikompensasi dengan mengalirnya kembali elektron ke semikonduktor n akibat tarikan medan listrik E. Dengan kata lain, medan listrik E mencegah seluruh elektron dan hole berpindah dari semikonduktor yang satu ke semiikonduktor yang lain.

Pada sambungan p-n inilah proses konversi cahaya matahari menjadi listrik terjadi.

Untuk keperluan sel surya, semikonduktor n berada pada lapisan atas sambungan p yang menghadap kearah datangnya cahaya matahari, dan dibuat jauh lebih tipis dari semikonduktor p, sehingga cahaya matahari yang jatuh ke permukaan sel surya dapat terus terserap dan masuk ke daerah deplesi dan semikonduktor p.

Ketika sambungan semikonduktor ini terkena cahaya matahari, maka elektron mendapat energi dari cahaya matahari untuk melepaskan dirinya dari semikonduktor n, daerah deplesi maupun semikonduktor. Terlepasnya elektron ini meninggalkan hole pada daerah yang ditinggalkan oleh elektron yang disebut dengan fotogenerasi elektron-hole (electron-hole photogeneration) yakni, terbentuknya pasangan elektron dan hole akibat cahaya matahari.

Cahaya matahari dengan panjang gelombang (dilambangkan dengan simbol “lambda” sbgn di gambar atas ) yang berbeda, membuat fotogenerasi pada sambungan pn berada pada bagian sambungan pnyang berbeda pula.

Spektrum merah dari cahaya matahari yang memiliki panjang gelombang lebih panjang, mampu menembus daerah deplesi hingga terserap di semikonduktor p yang akhirnya menghasilkan proses fotogenerasi di sana. Spektrum biru dengan panjang gelombang yang jauh lebih pendek hanya terserap di daerah semikonduktor n.

Selanjutnya, dikarenakan pada sambungan pn terdapat medan listrikE, elektron hasil fotogenerasi tertarik ke arah semikonduktor n, begitu pula dengan hole yang tertarik ke arah semikonduktor p.

Apabila rangkaian kabel dihubungkan ke dua bagian semikonduktor, maka elektron akan mengalir melalui kabel. Jika sebuah lampu kecil dihubungkan ke kabel, lampu tersebut menyala dikarenakan mendapat arus listrik, dimana arus listrik ini timbul akibat pergerakan elektron.

Pada umumnya, untuk memperkenalkan cara kerja sel surya secara umum, ilustrasi di bawah ini menjelaskan segalanya tentang proses konversi cahaya matahari menjadi energi listrik.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Al-Quran hari ini

Label

CS4 (1) Fenomena (24) Sains (21) android (1) astronomi (6) biologi (23) blog (8) browser (5) curhat (1) database (1) download (2) email (1) fisika (54) fitur (256) gadget (15) geografi (15) grafik (2) hacking (6) internet (50) iseng (1) islam (12) kimia (7) komputer (63) linux (1) matematika (16) praktikum (2) programming (16) s (1) sejarah (8) software (3) teknologi (57) tools (34) tugas (111) tutorial (6) windows (5)
 

© Copyright Dimas Zone 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.