News Update :

Romawi, Imperium yang telah hancur

Senin, 03 Mei 2010

sf

1. Gagalnya Landreform

Sallust (86-34 SM), sejarawan Romawi, menyatakan bahwa imperium yang besar menyulitkan dalam konsolidasi kekuasaan. Di beberapa daerah, muncul pemberontakan kaum plebeia yang menghendaki perbaikan nasib.
Ada dua orang aristokrat yang terpilih menjadi tribune rakyat yang peduli pada kesengsaraan golongan plebeia, yaitu Tiberius Gracchus (163-133 SM) dan adiknya Gaius (153-121 SM). Namun, usaha Landreform mereka gagal. Keduanya terbunuh bersama pengikutnya.

2. Pemberontakan daerah

Karena banyaknya pemberontakan di daerah-daerah, diperlukan konso-lidaritas militer yang kuat. Gaius Marius, seorang keturunan suku italia (bukan golongan aristokrat Roma) tampil sebagai konsul pada 107 SM dan berhasil memadamkan pemberontakan suku-suku di Italia pada 91 SM, Afrika Utara (suku Nubia), dan suku Jerman di Italia Utara. Namun pemberontakan antara penduduk Roma dan suku-suku Italia terus berlanjut—hingga pasukan Marius tidak bisa membatasi masalah ini. Maka dari itu, salah seorang jendral Roma, Lucius Sulla (138-78 SM) mengambil alih kekuasaan dari Marius dan memadamkan pemberontakan. Pada 79 SM, dia menjalankan pemerintahan diktator selama 3 tahun.

Pemberontakan yang terus berlanjut seperti di Spanyol, Suriah dan Palestina berhasil dipadamkan oleh Pompey (106-48 SM) sebagi pewaris politik Sulla. Da juga berhasil memberantas bajak laut di Laut Tengah. Akibat tindakannya tidak mendapat pengakuan dari Senat serta tentara-tentaranya tidak mendapat bayaran dari Senat, dia bersekutu dengan Julius Caesar (100-44 SM) dan Crassus (115-53 SM) membentuk Triumvirat I (60 SM). Tujuan mereka adalah mengakhiri perang sipil serta mengontrol pemerintahan seluruh romawi.

3. Perang Saudara

Setelah Crassus meninggal ( 53 SM), Triumvirat I , yang selama ini untuk sementara berhasil menegakkan kekuasaan Romawi atas daerah-daerah yang ditaklukannya, berakhir. Julius Caesar (100-44 SM) seorang ahli militer, ahli pemerintahan, dan juga budayawan mengambil alh menjadi konsul dan mampu mewujudkan wilayah kekuasaan yang kuat. Imperium Romanum mencangkup wilayah inggris ke timur sampai mesopotamia dan keselatan hingga mesir. Sebelum itu , Macedonia (197 SM), Syria (190 SM), Afrika Utara dan Mesir (47 SM) juga telah dikuasai. Pasukan Romawi memiliki moto ‘Vini, Vidi, Vici’ (Saya datang, saya melihat, saya menang). Julius Caesar membuat sebuah buku dengan judul De Bello Gallicia, tentang peperangan di Galia (Prancis). Mereka memilki angkatan perang yang kuat sehingga dapat mewujudkan Imperium Romanum.
Wilayah yang luas dan perebutan kekuasaan menjadi masalah terbesar bagi kerajaan Romawi kuno.

a. Perang Saudara I (85 SM)

Terjadi antara Sulla yang mengalahkan Barbar di Timur. Setelah kembali ke ibu kota Roma, Sulla kembali berperang, melawan Marius yang memimpin kaum Optimat.

b. Perang Saudara II (73-44 SM)

Pada tahun 60 SM terbentuk Triumvirat I. Julius Caesar berjasa dalam menduduki Galia (prancis), Krassus berhasil memadamkan pemberontakan budak belian di Spartacus (73-71 SM), dan Pompey berjasa menyusun kekuatan di Roma menguasai Syria. Karena Crassus terbunuh oleh orang Part (52 SM), dan dia tidak suka atas tindakan Caesar di Gaul (Prancis) serta kdudukannya sebagai konsul, maka pompey berusaha meninggalkan Julius dan bergabung dengan senat dan berusaha untuk menyingkirkan Caersar dan menjadikannya warga biasa. Julius langsung meninggalkan Galia menuju Roma.
Terjadilah perang sipil berdarah di Spanyol, Italia, Afrka, sampai mesir. Pasukan Pompey dan senat dikalahkan di Pharsalus (semenanjung Balkan). Pompey yang lari ke Mesir terbunuh dan sisa-sisa pasukannya dihancurkan oleh Julius Caesar di Spanyol (45 SM). Di mesir, Caesar merestorasi Ratu Cleopatra dari dinasti Ptolomeus terakhir ke tahtanya semula. Setelah memenangkan perang terhadap pemberontak di Asia kecil (Turki), dia mengirim pesan ke Roma yang berbunyi ‘Vini, Vidi, Vici’. Julius Caesar tampil sebagai penguasa tunggal (diktator), konsul (pengawal tinggi) sensor dan tribun (pemimpin rakyat).
Julius Caesar memimpin degan kecerdikan dan keahliannya. Di bawah kekuasaannya, wilayah Roma memiliki 22 koloni di Afrika, Spanyol, dan Prancis. Kaum Proletar memperoleh pembagian tanah. Namun, Julius terbunuh oleh Brutus Kassius (44 SM), anggota senat yang tidak menyukainya.

c. Perang Saudara III (44-22 SM)

Kematian Julius Caesar dibalas oleh Marcus Antonius, Letnan yang pernah mengabdi pada Julius Caesar bersama Lapidus, dan Octavianus, kemenakan Julius Caesar. Mereka berhasil mengalahkan Brutus dan Kassius dalam pertempuran di Filipi, semenanjung Balikan (42 SM). Triumfirat II ini membagi wilayah menjadi 3;
• Antonius di bagian timur
• Octavianus di bagian barat
• Lafidus di Afrika.
Perang saudara kembali terjadi. Octavianus merebut Afrika dari tangan Lapidus.

d. Perang Saudara IV (31 SM)

Antonius berusaha menduduki mesir. Tapi, dia terpikat dan menikah dengan Ratu Cleopatra dari mesir—dan menceraikan Octavia, adik Octavianus. Hal tersebut tidak disukai oleh Octavianus sehingga dia me-nuduh Antonius sebagai pembohong besar dan arogan. Dia menyerang Mesir pada 32 SM. Antonius merasa terdesak di pertempuran di laut Actium (31 SM). Akhirnya Antonius dan Ratu Cleopatra bunuh diri. Octavianus berhasil merestorasi kekuasan dan mengakhiri perang sipil. Sejak tahun 30 SM, dia menjadi penguasa tunggal Roma.

Runtuhnya Romawi

1. Romawi Barat (476 M)

a. Secara intern, menghadapi masalah berat karena Patria Patista (kesetiaan warga terhadap negara) sangat merosot.
b. Bangsa Barbar (baik jerman, Frank, Vandal, Got Barat, dan Got Timur serta Anglo Saxon) selalu berusaha menguasai wilayah Romawi.

2. Romawi Timur

Pada regional ini, sepeninggal Kaisar Yustiniatus menjadi mundur.
a. Pemerintah terlalu mengutamakan pembangunan gedung-gedung mewah sedangkan rakyat terlantar.
b. Ancaman dari Kerajaan Turki Usmani yang juga ingin menguasai perdagangan di Byzantium. Pada taun 1453 M raja dari Turki bernama Sultan Muhammad II dengan kekuatan ratusan ribu tentara berhasil menguasai Constantinopel.

Share this Article on :

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

© Copyright Dimas Zone 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.