News Update :

Demam Berdarah

Minggu, 03 April 2011

Sejarah Singkat


Penyakit Demam berdarah adalah penyakit yang akut, yang dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini ditularkan melalui nyamuk Aedes Aegypti. Waktu Demam Berdarah terjadi sejak tahun 1700-an secara bersamaan di Asia, Afrika dan Amerika Utara. Penyakit ini kemudian dikenali dan dinamai pada tahun 1779.

Wabah besar global dimulai di Asia Tenggara pada tahun 1950 dan hingga 1975. Demam Berdarah ini telah menjadi penyebab kematian utama, diantaranya yang terjadi pada Anak-anak.

Di Indonesia banyak Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang fabril yang akut. Ditemukan didaerah tropis dengan penyebaran geografis yang mirip dengan Malaria.

1.2

Faktor Demam Berdarah

Demam Berdarah Dengue adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus dengue famili Flavaviride dengan genusFlavivirus. Beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit Demam Berdarah Dengue antara lain :

  1. Faktor Host

Yaitu faktor kerentanan (Susceptibility) dan sistem imun

  1. Faktor lingkungan

Yaitu kondisi geografis (ketinggian permukaan laut, curah hujan, angin, kelembaban, musim) dan kondisi demografi (kepadatan, mobilitas, perilaku, adat istiadat, sosial ekonomi masyarakat)

1.3

Tanda dan gejala

Setiap jenis penyakit memiliki tanda dan gejala yang berbeda-beda. Jenis gejala tersebut harus dimengerti oleh setiap orang, agar tidak terjadi kesalahan dalam cara pengobatan dan keterlambatan dalam pengobatan. Sering dijumpai warga yang tidak mengetahui ciri dan gejala penyakit demam berdarah ini, sehingga menganggapnya hanya penyakit demam biasa.

1.3.1 Tanda dan Gejala klinik

Penyakit ini ditunjukkan melalui munculnya demam secara tiba-tiba, tanpa sebab yang jelas dan berlangsung terus menerus selama 1 sampai 7 hari. Penyakit ini juga disertai sakit kepala berat, sakit pada sendi dan otot. Roum-roum demam berdarah mempunyai ciri-ciri merah terong, petakial dan biasanya muncul dulu pada bagian bawah badan.

Pada beberapa pasien, ia menyebar hingga menyelimuti hampir seluruh tubuh. Selain itu radang perut juga biasa muncul dengan kombinasi sakit perut, rasa mual, muntah-muntah atau diare, pilek ringan dan batuk-batuk. Demam berdarah umumnya lamanya sekitar enam atau tujuh hari dengan puncak demam yang lebih kecil terjadi pada akhir masa demam.

Secara klinis, jumlah platelet akan jatuh hingga pasien dianggap afebril, tunas atau inkubasi selama 3 sampai 15 hari orang tertular dapat mengalami atau menderita penyakit demam berdarah.

1.3.2 Tanda dan gejala laboratories

Tanda dan gejala penyakit demam berdarah jika menggunakan Laboratorium, yaitu :

  1. Trombosit kurang dari 100.000 per mm2
  2. Hematokrit naik 20% dari nilai dasar

1.4

Pengobatan

Menurut kepala BPOM Dokter Sampurno, sampai saat ini obat demam berdarah belum ditemukan. Tak heran jika pengobatanpun hanya bersifat pendukung sementara.

Bagian terpenting dari pengobatannya adalah terapi suportif. Sang pasien diserahkan menjaga penyerapan makanan, terutama dalam bentuk cairan. Jika hal itu tidak dapat dilakukan, penambahan dengan cairan infratena mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan homokonsentrasi yang berlebihan. Tranfusi platelet dilakukan jika jumlah platelet menurun drastis.

Konfersi pers BPOM beserta Fakultas Kedokteran Umum Universitas Airlangga, merujuk hasil kerja sama penelitian FKU dan BPOM bahwa ekstra jambu biji bisa menghambat pertumbuhan virus dengue. Bahan itu juga meningkatkan trombosit tanpa efek samping, yang memiliki kandungan vitamin C dan vitamin A yang tinggi.

Alternatif lainnya yang muncul adalah memperbanyak minum air putih untuk mengembalikan homeostatis (kecenderungan menetap dalam keadaan tubuh normal dalam organisme) cairan tubuh.

1.5

Pencegahan

Penyakit demam berdarah ditularkan dari orang keorang lain melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Nyamuk ini bersarang di tempat-tempat yang berair.

Salah satu cara memerangi penyakit demam berdarah adalah dengan memberantas sarang nyamuk (PNS) dan program 3 M (Menguras, Menutup dan Mengubur). Menguras bak mandi setiap semingga sekali. Menutup kolam-kolam yang sudah tidak terpakai. Dan mengubur barang-barang bekas yang dapat menyebabkan sarang nyamuk.

Upaya lainnya untuk memerangi demam berdarah yaitu dengan melakukan pengasapan (fogging) dibeberapa daerah yang dikategorikan rawan demam berdarah, pihak puskemas telah menyiapkan fogging hingga tingkat kelurahan.

mau lihat lebih detail tentang DBD klik link berikut: http://www.youtube.com/watch?v=se_rLRINF7M

Pustaka :

Syamsuri, Istamar. 2004. Biologi untuk SMA kelas X. Jakarta : Erlangga

www.google.com

Share this Article on :

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

© Copyright Dimas Zone 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.